KOI Presentasi Kesiapan Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032 di Hadapan IOC, Hasilnya?

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari berpose di kantornya di Senayan, Jakarta, Kamis 16 Juli 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari berpose di kantornya di Senayan, Jakarta, Kamis 16 Juli 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, JakartaKetua Komisi Future Host Komite Olimpiade Internasional (IOC) Kristin Kloster Aasen mengatakan pemaparan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sebagai kandidat tuan rumah Olimpiade 2032 sangat meyakinkan karena mendapatkan dukungan kuat dari seluruh pemangku kepentingan.

    Pada Rabu 3 Februari KOI mempresentasikan kelayakan Jakarta sebagai kandidat tuan rumah Olimpiade 2032 kepada Komisi Future Host IOC.

    Dalam pertemuan virtual bersama Komisi Future Host IOC itu, Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari memaparkan bahwa Jakarta layak menjadi tuan rumah Olimpiade karena memiliki kawasan penunjang di sekitarnya yang sudah terbukti sebagai bagian penting kesuksesan Asian Games dan Asian Para Games 2018.

    “Indonesia 2032 akan menjadi katalisator bagi seluruh generasi, baik dari Indonesia, Asia, maupun dunia, di mana kami dapat menunjukkan bagaimana sebuah kota seperti Jakarta dapat kembali bangkit dengan memanfaatkan teknologi," kata Oktohari mengenai paparannya kepada IOC, dalam siaran pers, Jumat.

    "Juga usaha yang berkelanjutan, serta mempertimbangkan generasi berikutnya melalui tindakan yang kami lakukan hari ini.” 

    Kepada IOC, pria yang akrab disapa Okto itu juga menawarkan tiga pilar utama, yakni lingkungan, warisan, dan teknologi sebagai fokus rencana penyelenggaraan.

    KOI menjanjikan Olimpiade 2032 di Indonesia akan menjadi gelaran emisi nol karena akan memanfaatkan kemajuan teknologi, seperti pemakaian kendaraan listrik untuk sistem transportasi, baik publik maupun pribadi di Jakarta. Hal itu diyakini dapat menjadi warisan dari Olimpiade 2032.

    Selain presentasi dari KOI, Indonesia juga menampilkan pemaparan lewat video dari Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani.

    Setelah mendengarkan pemaparan Indonesia ini para anggota IOC menyambut antusiastis, bahkan Kristin Kloster Aasen menilainya sangat meyakinkan karena mendapatkan dukungan kuat dari seluruh pemangku kepentingan.

    Anggota IOC lainnya, Kolinda Grabar-Kitarovic dari Kroasia menyebut slogan Gravity of Asia sangat menarik dan ingin melihat bagaimana Indonesia melibatkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara dalam pelaksanaan Olimpiade 2032.

    Baca Juga: Daftar Pemain Timnas yang Dipanggil Shin Tae-yong untuk Pelatnas SEA Games

    Sementara anggota IOC yang juga perwakilan Komite Paralimpiade Internasional (IPC), Andrew Parson, memberi masukan agar Indonesia memasukkan aspek manusia dalam presentasi olimpiade berikutnya, serta lebih menjelaskan secara detail tentang warisan sosial, terutama untuk generasi muda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?