Tinju Dunia: Kisah Kejutan Besar Leon Spinks Saat Rebut Gelar Juara Muhammad Ali

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhammad Ali vs Leon Spinks dalam pertandingan terkenal kelas berat tinju di Las Vegas Hilton, Las Vegas, Nevada pada 1978 (REUTERS)

    Muhammad Ali vs Leon Spinks dalam pertandingan terkenal kelas berat tinju di Las Vegas Hilton, Las Vegas, Nevada pada 1978 (REUTERS)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan juara dunia tinju kelas berat asal Amerika, Leon Spinks, meninggal dunia di Nevada, 5 Februari, dalam usia 67 tahun. Ia dikenang sebagai salah satu petinju yang pernah membuat kejutan besar: mengalahkan dan merebut gelar juara dari Muhammad Ali.

    Kejadian penting itu berlangsung di Las Vegas, Nevada, pada 15 Februari 1978. Spinks kala itu berusia 26 tahun akan menjalani pertarungan profesional kedelapannya. Muhmmad Ali berusia 36 dan sudah malang melintang di tinju kelas berat. Sempat dua kali kehilangan gelarnya, ia mampu kembali juara dan sudah mempertahankan gelar ketiganya itu 11 kali.

    Spinks naik ring dengan catatan 6-0-1 (5 KO), sedangkan Ali menggenggam rekor 55-2 (37 KO). Jadi bisa dibayangkan kondisi saat itu. Spinks tampil sebagai underdog. Bursa taruhan mengunggulkan Ali dengan 10-1.

    Tapi, di atas ring, keadaan bicara lain. Spinks menunjukkan keunggulannya. Ia tak kenal lelah melayani Ali. Keduanya bertarung ketat: saling pukul, saling rangkul, saling menjaga jarak, begitu berulang-ulang selama 12 ronde.

    Di akhir pertandingan, hakim akhirnya memberi kemenangan angka buat Spinks. Dua hakim memberinya nilai 145–140 dan 144–141, sedangkan satu hakim lagi memenangi Ali 142–143. Duel itu menjadi salah satu dari sedikit kesempatan ketika Ali kehilangan gelar dan mengakhiri pertarungan dengan wajah memar dan bengkak.

    Kemenangan atas Ali adalah puncak karier Spinks. Ia kemudian kehilangan gelarnya karena menolak untuk menjalani pertarungan wajib melawan Ken Norton. Ia memilih menjalani pertarungan ulang melawan Ali, untuk mempertahankan mahkota WBA.

    Duel kedua itu dilakukan di Louisiana Superdome pada 15 September 1978. Spinks gagal mempertahankan gelarnya. Ali yang tampil lebih bugar --dengan taktik yang lebih baik dan lebih tajam-- tampil memegang kendali dan akhirnya menang angka mutlak.

    Mike Tyson menjatuhkan Michael Spinks, 27 Juni 1988. (Boxrec.com)

    Baca Juga: Mayweather vs 50 Cent, Kala Sahabat Jadi Musuh Bebuyutan

    Spinks kembali kehilangan gelarnya. Ia tak pernah mendapat kesempatan melawan kembali Ali, yang memilih pensiun setelah pertarungan itu, meskipun kemudian kembali dari pensiun itu beberapa tahun kemudian untuk melawan Larry Holmes dan Trevor Berbick (dua duanya kalah).

    Usaha Spinks untuk merebut gelar juara pada 1981 juga kandas, karena ia dikalahkan Larry Holmes. Ia kemudian beralih ke kelas jelajah dan sempat menjadi juara NABF.

    Spinks, yang terkenal dengan seringai gigi jarangnya, pensiun pada tahun 1995. Ia menorehkan rekor 26 kemenangan, 17 kekalahan, dan tiga kali seri.

    Pada tahun 2014 Spinks dirawat di rumah sakit dan mengalami kerusakan besar pada ususnya yang disebabkan oleh potongan tulang dari sayap ayam. Setelah beberapa operasi, dia kemudian menghabiskan beberapa minggu di pusat rehabilitasi.

    Leon Spinks. (AP)

    Pada Agustus 2017, bersama saudaranya Michael Spinks --juga Thomas Hearns dan Ken Norton-- Leon masuk ke dalam Nevada Boxing Hall of Fame.

    Baca Juga: Bintang Game of Thrones, Hafthor Bjornsson, Incar Duel Tinju Lawan Tyson Fury

    Putra Leon Spinks, Cory Spinks, juga menikmati kesuksesan di dalam ring tinju, menjadi juara kelas welter yang tak terbantahkan. Putranya yang lain Leon Calvin secara tragis ditembak mati pada tahun 1990.

    THE SUN | BOXING SCENE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.