F1: Lewis Hamilton Hanya Dapat Kontrak 1 Tahun, Bakal Pensiun Akhir Musim Ini?

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Pembalap Merceders sekaligus juara dunia F1 Lewis Hamilton dinyatakan positif  setelah balapan di Bahrain International Circuit. Pembalap asal Inggris ini mengalami sedikit gejala Covid-19 dan langsung menjalani isolasi mandiri. Pool via REUTERS/Tolga Bozoglu

    Pembalap Merceders sekaligus juara dunia F1 Lewis Hamilton dinyatakan positif setelah balapan di Bahrain International Circuit. Pembalap asal Inggris ini mengalami sedikit gejala Covid-19 dan langsung menjalani isolasi mandiri. Pool via REUTERS/Tolga Bozoglu

    TEMPO.CO, Jakarta - Kesepakatan baru kontrak pembalap F1 Lewis Hamilton dengan tim Mercedes telah mengakhiri spekulasi mengenai rencananya pensiun musim ini. Tetapi durasi kontrak yang hanya satu tahun menimbulkan pertanyaan mengenai berapa lama juara dunia tujuh kali itu bakal bertahan.

    Mantan pembalap dan komentator televisi Sky Sports, Martin Brundle, menilai durasi kontrak Hamilton itu janggal. Pasalnya dalam kontrak-kontrak sebelumnya Hamilton selalu mendapatkan durasi lebih dari satu tahun.

    Dia pun menduga pihak Mercedes enggan memberikan kontrak jangka panjang kepada Hamilton karena memiliki rencana lain musim depan.

    "Ini pengumuman yang tidak biasa bagi tim sekelas ini," kata Martin.

    "Pastinya paling tidak salah satu pihak ingin tetap membuka opsi mereka untuk masa mendatang. Saya curiga pihak itu Mercedes-Benz sendiri, jadi mereka menahannya untuk tahun ini, dan kemudian mengatakan akan menyelesaikan 2022 lebih awal."

    Bos tim Mercedes, Toto Wolff, pun memberi sinyal bahwa mereka memiliki rencana lain untuk musim 2022. Dia menyatakan bahwa kontrak satu tahun Hamilton sangat penting karena mereka sudah mulai memikirkan strategi untuk musim berikutnya.

    "Itu kontrak penting," kata pria Austria itu. "Ini penting karena musim ini dan bagaimana kita ingin memposisikan diri kita mulai 2022 dan seterusnya dan bagaimana hal ini dipikirkan. Tim perlu memutuskan dalam jangka panjang apa yang ingin kami lakukan terhadap pembalap."

    Dengan kontrak Valtteri Bottas, rekan setim Hamilton, yang juga akan habis pada akhir 2021, Wolf pun tak memungkiri bahwa mereka tengah mencari pembalap muda potensial. Pasalnya, Bottas dan Hamilrton sudah sama-sama berusia di atas 30 tahun.

    Baca: F1: Lewis Hamilton Akhirnya Teken Kontrak Baru Senilai Rp 560 Miliar di Mercedes

    "Pebalap muda adalah masa depan, untuk itu kami perlu mempertimbangkan bagaimana kami ingin mempersiapkan diri menghadapi tahun-tahun berikutnya," kata Wolff.

    Nama pembalap tim Red Bull Max Verstappen dikabarkan masuk dalam radar Mercedes untuk menggantikan Hamilton atau Bottas. Tetapi sayangnya Verstappen masih terikat kontrak hingga 2023.

    Mercedes juga disebut tertarik kepada pembalap Inggris George Russell yang merupakan juara Formula Dua 2019 yang sedang memasuki tahun terakhir dalam kontraknya di Williams.

    Russell yang masih berusia 22 tahun adalah pebalap pengganti yang tampil mengesankan saat melapis Hamilton di Bahrain tahun lalu setelah sang juara dunia dinyatakan positif COVID-19. Russel juga dinilai sudah akrab dengan cara kerja Mercedes.

    Hamilton akan mulai mempertahankan gelar juara Formula 1 miliknya dengan balapan di seri GP Bahrain pada 28 Maret mendatang. Dia merupakan juara dunia Formula 1 dalam empat tahun terakhir.

    Pembalap asal Inggris berusia 36 tahun itu juga memegang tujuh gelar juara dunia balapan jet darat tersebut. Dia difavoritkan merebut gelar juara dunia kedelapan musim ini. Jika berhasil, Hamilton akan tercatat sebagai pembalap pertama yang melakukan hal tersebut.

    Selain itu, Lewis Hamilton juga bisa memperpanjang rekor kemenangannya menjadi 100 kemenangan tahun ini. Saat ini, dia tercatat pernah 95 kali menjuarai balapan Formula 1.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.