Jajak Pendapat Terbaru: Mayoritas Warga Jepang Masih Menentang Olimpiade

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meningkatnya kasus Covid-19 disebut menjadi alasan pemerintah Jepang untuk melakukan pembatalan ajang tersebut. Pada awal Januari lalu, Tokyo disebut sempat mengalami lonjakan kasus lebih dari 50 persen.

    Meningkatnya kasus Covid-19 disebut menjadi alasan pemerintah Jepang untuk melakukan pembatalan ajang tersebut. Pada awal Januari lalu, Tokyo disebut sempat mengalami lonjakan kasus lebih dari 50 persen.

    TEMPO.CO, JakartaDalam sebuah jajak pendapat yang dilakukan media lokal, diketahui mayoritas warga Jepang tetap menentang penyelenggaraan Olimpiade Tokyo pada saat pandemi virus corona masih mengganas.

    Laporan Reuters, yang mengutip hasil jajak pendapat Yomiuri Shinbun, melaporkan bahwa 61 persen responden gabungan menginginkan olimpiade ditunda atau dibatalkan sama sekali.

    Namun persentase individu yang tidak setuju mengalami penurunan secara signifikan dari jajak sebelumnya sebesar 20 persen. Pada jajak pendapat sebelumnya, ketidaksetujuan pelaksanaan olimpiade mencapai 80 persen.

    Hanya 36 persen dari publik yang mendukung penyelenggaraan Olimpiade Tokyo musim panas ini, dengan 28 persen tidak ingin ada penonton, sementara sisanya delapan persen tetap mendukung adanya penonton.

    Baca Juga: Kenapa Lewis Hamilton Hanya Dikontrak Mercedes Setahun?

    Olimpiade Tokyo ditunda tahun lalu karena pandemi Covid-19 dan dijadwalkan ulang untuk berlangsung tahun ini mulai 23 Juli. Sekitar 56 persen responden memperkirakan pandemi virus corona tetap tidak berubah di musim panas, sementara 37 persen mengantisipasi perbaikan dan tiga persen melihatnya semakin buruk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.