Cerita Unik Autralia Open: Ketika Wasit Tak Izinkan Denis Shapovalov ke Toilet

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petnis Kanada, Denis Shapovalov. REUTERS/Asanka Brendon Ratnayake

    Petnis Kanada, Denis Shapovalov. REUTERS/Asanka Brendon Ratnayake

    TEMPO.CO, JakartaPetenis Kanada Denis Shapovalov merajuk saat wasit menolak permintaannya untuk buang air kecil di toilet saat pertandingannya di Australia Open tengah berjalan.

    Petenis peringkat 11 dunia itu dipaksa menjalani lima set maraton sebelum menaklukkan petenis muda Italia Jannik Sinner dan pertandingan tersebut rampung pada Selasa dini hari.

    "Apa yang terjadi jika saya harus ke toilet sekarang?" tanya petenis berusia 21 tahun itu, "Apakah saya akan didenda? Saya tidak peduli!" dia mengomel kepada wasit asal Jerman Nico Helwerth, yang menolak permintaannya.

    "Apa maksud anda bahwa saya tidak bisa meninggalkan lapangan? Apakah anda akan mendiskualifikasi saya? Saya harus buang air kecil!"

    Dia meninggikan omelannya ketika wasit juga berkeras tidak mau memberikan izin.

    "Saya akan kencing di celana!. Saya akan kencing di dalam botol."

    Setelah melewati pertandingan babak pertama yang penuh tekanan 3-6, 6-3, 6-2, 4-6, 6-4 dalam waktu kurang dari empat jam, Denis Shapovalov menyatakan bahwa dirinya perlu lebih sering pergi ke toilet dibandingkan petenis lainnya.

    "Pertama-tama, saya hanya boleh mengelap keringat dan mendinginkan kepala saya," katanya.

    "Tapi menurut saya itu aturan yang bodoh. Khususnya bagi saya yang punya kantung kemih terkecil, jadi saya benar-benar harus buang air kecil di setiap set. Jadi itu sulit, terutama saat berada di lapangan begitu lama." ujarnya.

    "Sebelum pertandingan saya sudah mencoba untuk menghidrasi sebanyak mungkin, tapi tetap saja harus harus kencing lagi."

    Peraturan turnamen tenis itu menyatakan bahwa pemain hanya berhak untuk satu kali istirahat ke toilet selama pertandingan yang berlangsung dalam tiga set dan dua kali untuk lima set.

    "Saya pikir kami harus bisa lebih banyak istirahat dan pergi ke toilet, karena kami bisa berada di lapangan selama tiga hingga empat jam," tambah Shapovalov.

    Baca Juga: Djokovic dan Serena Williams Lolos ke Babak Kedua Australia Open

    Pada babak kedua Australia Open, Shapovalov akan menghadapi Bernard Tomic dari Australia, demikian AFP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.