Tinju Dunia: Bob Arum Samakan Duel Fury vs Joshua dan Muhammad Ali vs Frazier

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anthony Joshua dan Tyson Fury (boxingscene.com)

    Anthony Joshua dan Tyson Fury (boxingscene.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Promotor tinju kawakan, Bob Arum, menyebut bahwa jadwal tinju antara Tyson Fury dan Anthony Joshua adalah pertarungan kelas berat terbesar dalam sejarah. Bahkan, ia menyebut bahwa duel petinju asal Inggris itu pertarungan terbesar sejak duel Muhammad Ali vs Joe Frazier.

    "Pertarungan kelas berat ini adalah pertarungan terdekat yang akan menjadi seperti pertarungan Ali-Frazer pertama yang terjadi pada Maret 1971," kata Bob Arum dikutip dari The Sun, 12 Februari 2021. Bob Arum adalah promotor yang menggelar "Fight of the Century" antara Ali dan Frazier di Madison Square Garden, New York lima dekade lalu.

    Sekarang Arum, yang berulang tahun ke-90 tahun ini, berada di titik puncak untuk menyaksikan sejarah tinju kelas berat lainnya. Dia percaya kekuatan pertarungan Tyson Fury dan Joshua dapat menarik perhatian publik yang lebih luas baik dengan sistem bayar per tayang dan menonton melalui siaran langsung melalui internet.

    "Seluruh dunia bisa berhenti. Kenapa? Karena Ali tidak bisa bertarung karena situasi yang sulit, tidak bisa bertarung selama tiga setengah tahun tetapi dia masih tak terkalahkan. Dia menangkap imajinasi semua orang, sayangnya kami tidak memiliki teknologi yang kami miliki sekarang," kata Bob Arum.

    Joe Frazier (kanan) melepaskan hook keararah Muhammad Ali saat bertanding di Madison Square Garden, New York, 8 Maret 1971. Mandatory Credit: Action Images / MSI/File Photo

    Baca juga : Sejarah Tinju Dunia 11 Februari: Ketika Mike Tyson Dipukul KO Buster Douglas

    "Tidak ada sistem bayar-per-tayang pada masa Muhammad Ali, tapi sejauh ini, duel Ali dan Frazier adalah pertarungan terbesar yang pernah saya alami dan, jika dilihat kembali sekarang, saya pikir Fury-Joshua akan mulai mendekati animo pertarungan antara Ali-Frazer," kata Bob Arum.

    Ali, sempat absen dari tinju pada 1967, setelah penolakannya untuk bertugas dalam perang Vietnam. Dia kembali pada tahun 1970 dan melakukan dua pertarungan sebelum menantang Frazier, di mana dia kalah untuk pertama kalinya. Ali membutuhkan tiga tahun untuk membalas kekalahannya, saat ia memenangkan pertandingan ulang. Ia unggul poin sebelum muncul sebagai pemenang dalam seri dengan kemenangan trilogi 1975.

    Tyson Fury, 32 tahun, telah menikmati kisah comeback yang serupa, setelah mengosongkan sabuk setahun setelah dia memenangkannya melawan Wladimir Klitschko pada 2015. Butuh waktu tiga tahun bagi Gyspy King untuk kembali. Pada tahun 2020, dia sudah berada di puncak tinju kelas berat.

    Dia mendominasi lawannya, Deontay Wilder, 35 tahun, Februari 2020 untuk merebut sabuk WBC. Kini, Tyson Fury menyiapkan pertarungan untuk menjadi juara yang tak terbantahkan melawan Anthony Joshua, 31 tahun. Ini akan menjadi pertama kalinya dalam sejarah kelas berat bahwa keempat sabuk, WBC, WBA, IBF dan WBO, dipertaruhkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.