Tinju: Daud Yordan Rutin Berlatih Selama Pandemi, Incar Gelar Juara WBO

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petinju Indonesia Daud Yordan berpose usai latihan jelang pertandingan di Batu, Jawa Timur, Jumat 15 November 2019. Daud Yordan akan berhadapan dengan petinju Afrika Selatan Michael Mokoena pada tanggal 17 November 2019. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

    Petinju Indonesia Daud Yordan berpose usai latihan jelang pertandingan di Batu, Jawa Timur, Jumat 15 November 2019. Daud Yordan akan berhadapan dengan petinju Afrika Selatan Michael Mokoena pada tanggal 17 November 2019. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Jakarta- Daud Yordan menargetkan bisa meraih gelar juara dunia World Boxing Organization (WBO). Sebelum pandemi Covid-19 menghentikan seluruh pertandingan tinju internasional, Daud menempati peringkat 11 dunia kelas welter yunior/ringan super (63,5 kg) WBO.

    "Manajemen saya masih rutin berkomunikasi dengan federasi tinju internasional untuk mengetahui jadwal pertandingan wajib," kata petinju asal Kalimantan Barat ini saat dihubungi, Senin, 15 Februari 2021.

    Petinju berusia 33 tahun ini masih memendam asa untuk bisa menantang juara bertahan kelas ringan versi WBO dan WBC, Jose Ramirez. Untuk bisa menjaga peluang bertarung melawan petinju asal Amerika Serikat tersebut, Daud masih intens berlatih meski belum WBO belum mengizinkan adanya pertandingan lagi.

    "Fokusnya menjaga kebugaran saja," ucap atlet kelahiran Kabupaten Kayong Utara ini.

    Menurut dia, latihan yang dilakukan setiap Senin sampai Jumat. Daud meluangkan waktu sekitar tiga jam sehari untuk berlatih. "Biasanya pagi hari dari pukul 08.00-09.30, kalau sore itu mulai pukul 17.00-18.30," kata Daud menjelaskan waktu latihannya.

    Baca Juga: Profil Wesyley Ho, Anak Ajaib Catur Kelahiran Filipina

    Daud Yordan yang pernah menjadi juara dunia tinju kelas bulu versi IBO menuturkan pada latihan pagi yang dilakoni lebih memprioritaskan ke program fisik. Menurut dia, porsinya sekitar 75 persen ke fisik untuk 25 persen ke teknik. "Latihan fisik itu bisa jogging, gym, atau angkat beban," kata Daud.

    Sedangkan latihan sore yang dilakukannya memilih porsi lebih banyak pada peningkatan teknik pukulan. Daud menuturkan model latihannya berupa memukul punch bags dan sparring parnter. "Latihan teknik ini juga banyak metodenya," ujar Daud.

    Baca Juga: Cerita Khamzat Chimaev Mengira Bakal Mati karena Virus Corona 

    Selama pandemi Covid-19, Daud Yordan memilih untuk berlatih di sasana tinju Boxing Gym memiliknya. Lokasi latihan ini berada di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. "Karena tidak bisa training camp di lokasi lain, jadi latihan di kampung halaman saja," kata petinju yang memiliki postur 170 sentimeter ini.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.