Daud Yordan Ingin Lahirkan Juara Dunia dari Sasana Tinju Miliknya

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petinju Indonesia, Daud Yordan melakukan selebrasi usai mengalahkan petinju Afrika Selatan, Michael Mokoena dalam pertandingan perebutan gelar juara dunia tinju kelas ringan super 63,50 kilogram versi International Boxing Association (IBA) dan World Boxing Organization (WBO) di Batu, Jawa Timur, Minggu, 17 November 2019. Daud Yordan menang TKO atas Michael Mokoena di ronde ke-8. ANTARA

    Petinju Indonesia, Daud Yordan melakukan selebrasi usai mengalahkan petinju Afrika Selatan, Michael Mokoena dalam pertandingan perebutan gelar juara dunia tinju kelas ringan super 63,50 kilogram versi International Boxing Association (IBA) dan World Boxing Organization (WBO) di Batu, Jawa Timur, Minggu, 17 November 2019. Daud Yordan menang TKO atas Michael Mokoena di ronde ke-8. ANTARA

    TEMPO.CO, JakartaDaud Yordan yang masih aktif sebagai petinju tak hanya rutin berlatih. Petinju kelas welter junior/ringan super itu juga sibuk mengelola sasana tinju miliknya yang dinamai Daud Boxing Club di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

    Petinju berusia 33 tahun ini mendirikan sasana tinju tersebut sejak 2015 silam. Tujuannya tak lain untuk membina para petinju muda. Ia punya mimpi bisa melahirkan juara dunia dari tempat latihan yang dirintisnya itu.

    "Mungkin saya satu-satunya atlet tinju yang punya boxing gym sendiri saat masih aktif," kata Daud saat dihubungi Tempo, Senin, 15 Februari 2021.

    Daud Boxing Club kini membina sekitar 40 petinju muda. Sebagian di antaranya berasal dari Kalimantan Barat.

    "Mereka ditampung di mes yang satu kompleks dengan fasilitas boxing gym," kata petinju yang kini mempunyai rekor bertarung 40 kali menang (28 di antaranya KO) dan empat kali kalah ini.

    Baca Juga: Tinju: Daud Yordan Rutin Berlatih Selama Pandemi, Incar Gelar Juara WBO

    Petinju Profesional Indonesia, Daud Yordan saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu, 1 Desember 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Daud menuturkan, sasana tinju miliknya dilengkapi dengan fasilitas berstandar internasional. Terdapat dua lantai yang bisa digunakan untuk berlatih tinju.

    "Lantai satu itu fokus untuk pembinaan dan prestasi, lantai dua biasa disewain," ucapnya.

    Dia sengaja merancang sasananya seperti itu untuk bisa mendapatkan pendapatan dari uang sewa. Namun, dia mengaku, hasil yang didapat dari penyewaan tempat latihan itu tidak bisa menutup biaya operasional. "Maklum di daerah," ujarnya.

    Daud Yordan mengungkapkan ia masih harus merogoh kocek dari kantong pribadi untuk menutup kekurangan itu. Pemain yang pernah menjadi juara dunia tinju kelas bulu versi IBO ini meyakini investasi yang dikeluarkannya itu kelak bisa melahirkan juara dunia tinju yang melebihi prestasinya.

    "Syukur-syukur bisa balik (modal) atau menguntungkan nantinya. Tapi, yang terpenting adalah mencetak generasi petinju yang punya mimpi berprestasi di level internasional," katanya.

    Daud Yordan menempati peringkat 11 dunia kelas welter junior/ringan super (63,5 kg) WBO sebelum pandemi Covid-19 menghentikan seluruh pertandingan tinju internasional. Ia masih memedam asa untuk bisa menantang juara bertahan kelas ringan versi WBO dan WBC, Jose Ramirez.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.