Berita Bola: PSM Makassar Bakal Ajukan Banding Atas Sanksi FIFA

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain PSM Makassar, Serif Hasic dan Osas Saha. (instagram/@psm_makassar)

    Pemain PSM Makassar, Serif Hasic dan Osas Saha. (instagram/@psm_makassar)

    TEMPO.CO, Jakarta - Chief Executive Officer (CEO) PSM Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan pihaknya bakal mengajukan banding atas pemberian sanksi larangan mendaftarkan pemain selama tiga periode oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Sanksi tersebut imbas sengketa gaji mantan pemain PSM Giancarlo Rodrigues.

    Meski begitu, Munafri tidak mau menjelaskan secara detail. "Tentu kami bakal melakukan banding, tidak mungkin kami membiarkan seperti ini, kami bakal mengupayakan yang terbaik" ucap Munafri saat dihubungi Tempo, Rabu, 17 Februari 2021.

    Menurut dia, langkah hukum yang bakal ditempuh bakal dirumuskan terlebih dulu secara internal. "Ini lagi kami bahas bagaimana model dan bagaimana metodenya," ujar dia.

    Sebelumnya, FIFA menjatuhkan sanksi tidak bisa mendaftarkan pemain selama maksimal tiga periode baik tingkat nasional maupun internasional kepada klub Liga 1 Indonesia PSM Makassar. Hukuman ini diberikan menyusul sengketa gaji dengan eks pemainnya Giancarlo Rodrigues.

    Baca juga : PSM Makassar Terancam Tidak Bisa Bermain di Liga 1 2021, Ini Penjelasan PT LIB

    Hukuman tersebut ditegaskan oleh operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) dalam surat bernomor 024/LIB-KOM/II/2021 perihal Penegasan Implementasi Putusan FIFA terhadap Klub PSM Makassar bertanggal 15 Februari 2021. "Surat itu sesuai petunjuk dari PSSI dan kami langsung follow up," ujar Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita. 

    Dalam surat tersebut, berdasarkan keputusan Komite Disiplin FIFA Ref. nr. FDD-7297, 'Dispute Resolution Chamber' FIFA bernomor Ref. nr. 20-01217 dan surat PSSI bernomor 2053/UDN/836/I-2021, PT LIB menegaskan tiga hal terkait sanksi yang diterima PSM.

    Adapun hukuman itu adalah, pertama, FIFA memutuskan menghukum klub PSM Makassar berupa larangan pendaftaran pemain baik pada tingkat nasional maupun internasional paling lama selama tiga periode pendaftaran atau sampai kewajiban klub dapat diselesaikan.

    Kedua, didasarkan pada surat PSSI, PT LIB akan melakukan proses pemblokiran sistem pendaftaran kepada klub PSM Makassar sampai kewajiban klub dipenuhi. Ketiga, PT LIB menyampaikan tembusan surat keputusannya kepada seluruh klub peserta Liga 1 dan Liga 2 2020 perihal implementasi larangan melakukan pendaftaran pemain tingkat nasional maupun internasional kepada PSM Makassar tersebut.

    PT LIB dan PSSI sendiri menginginkan agar Liga 1 dan Liga 2 Indonesia musim 2021 dapat bergulir setelah Lebaran, mulai bulan Mei atau Juni 2021. Jika kompetisi berjalan sesuai rencana dan PSM Makassar belum memenuhi kewajibannya untuk menyelesaikan tunggakan gaji Giancarlo Rodrigues, klub berjuluk 'Juku Eja' tersebut tidak dapat mendaftarkan satu pun pemainnya di berbagai kompetisi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.