Tinju: Frank Warren Sebut Deontay Wilder Berutang Budi pada Mantan Pelatihnya

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tyson Fury Vs Deontay Wilder, Sabtu, 22 Februari 2020. (Mickey Williams/Top Rank)

    Tyson Fury Vs Deontay Wilder, Sabtu, 22 Februari 2020. (Mickey Williams/Top Rank)

    TEMPO.CO, Jakarta - Promotor tinju Frank Warren memberikan dukungannya kepada mantan pelatih Deontay Wilder, Mark Breland. Menurut dia, meski telah dipecat, Breland dianggap telah menyelamatkan Wilder saat pertarungan melawan Tyson Fury pada 22 Februari 2020. Wilder dianggap berutang budi pada Breland.

    "Saya agak kecewa karena, seperti yang saya katakan sebelumnya, saya sangat menyukai Deontay. Saya cukup menghormatinya, sejak pertarungan itu semuanya berubah. Mark menyelamatkan Wilder dari pertarungan yang mengerikan," kata Warren dikutip dari The Sun, 23 Februari 2021.

    Breland menjadi sasaran kemurkaan Wilder seusai kekalahan dari Tyson Fury saat itu. Wilder menyalahkan pakaian ring-walk-nya yang berat sebelum masuk gelanggang. Dalam pertandingan itu pula, Mark Berland melemparkan handuk untuknya sebagai tanda menyerah pada ronde ketujuh. Padahal saat itu, Wilder merasa masih sanggup bertarung.

    Baca juga : Tinju: Deontay Wilder Bisa Kalah Mudah dari Anthony Joshua dan Andy Ruiz Jr

    Selain Breland yang menjadi sasaran, Wilder juga menuding The Gipsy King melakukan kecurangan dengan memasukkan benda keras ke dalam sarung tinjunya. Namun, semua tudingan Wilder tidak terbukti. Kekalahan ini membuat Wilder kehilangan sabuk juara dunia tindu kelas berat WBC.

    Berbicara setahun setelah pertarungan, Warren memuji kemenangan luar biasa dari Tyson Fury. “Sungguh malam yang luar biasa dan betapa hebatnya Tyson, maksud saya dia melakukan pekerjaan yang fenomenal," kata dia.

    “Sekali lagi dia pergi ke pertarungan sebagai underdog tapi dia pergi ke sana dan benar-benar menghancurkan Deontay Wilder. Ia tidak akan pernah menjadi petinju yang sama setelah itu, meski ia pernah melakukan pekerjaan yang luar biasa dan menempatkan dirinya sebagai orang nomor satu di tinju dunia.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?