Lomba Balap Sepeda Bergengsi Dunia Selain Tour de France

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chris Froome (kanan) memimpin balapan saat melewati Arc de Triomphe sebelum mencapai finis di ajang balap sepeda Tour de France di Paris, Prancis, 27 Juli 2015. Etape terakhir dimenangi oleh pembalap Jerman, Andre Greipel, namun karena telah menang poin, Froome hanya perlu memastikan tiba di garis finish. AP/Laurent Cipriani

    Chris Froome (kanan) memimpin balapan saat melewati Arc de Triomphe sebelum mencapai finis di ajang balap sepeda Tour de France di Paris, Prancis, 27 Juli 2015. Etape terakhir dimenangi oleh pembalap Jerman, Andre Greipel, namun karena telah menang poin, Froome hanya perlu memastikan tiba di garis finish. AP/Laurent Cipriani

    TEMPO.CO, Jakarta - Siapa tak kenal balap sepeda Tour de France. Balap sepeda bergengsi yang sudah dilombakan  sejak 1903 ini. Sepeda memang tak hanya sekadar alat  transportasi yang digunakan manusia untuk menunjang mobilitasnya saja, namun sudah menjadi olahraga yang banyak peminatnya. 

    Beragam perlombaan balap sepeda bergengsi yang tentunya menjadi ajang wisata menarik dan peristiwa yang tak luput dari liputan media. Berikut event-event sepeda yang memiliki gengsi tinggi.

    1. Tour de France

    Pada 1 Juli 1903 terdapat 60 pesepeda yang sebagian besar berasal dari Prancis dan beberapa pesepeda dari Belgia, Swiss, Jerman, dan Italia. Mereka mengitari Café au Reveil Matin di pinggiran kota Paris, Montgeron. Dilansir melalu History.com, sepertiga dari mereka adalah pembalap sepeda professional yang disponsori oleh pabrikan sepeda.

    Awalnya mereka menempuh jarak 1.500 mil di negara tersebut, dengan permulaan di kota Paris, Lyon Marseille, Toulouse, Bordeaux, Nantes, lalu kembali lagi ke Paris. Mereka melakukan balapan dan mengitari kota tersebut seperti arah jarum jam.

    Ketika itu pembalap bersepeda hanya membawa nama pribadi tanpa menggunakan tim pendamping. Bahkan tidak ada mobil yang mengawal perlombaan tersebut. Apabila terjadi trouble di jalanan mereka sendirilah yang akan memperbaikinya. Tidak hanya itu bahkan mereka melakukan perlombaan saat malam tiba agar petak jalan muat dilalui banyaknya pesepeda.

    1. Tour de Suisse

    Mengutip dari laman resminya, tourdesuisse.ch, Neue Zürcher Zeitung menuliskan dahulu pesepeda sering dianggap sebagai pengganggu di jalanan. Sejak terbentuknya Tour de France dan Giro d’ Italia, federasi sepeda dan sepeda motor membentuk Tour de Suisse pada tahun 1933.

    Tur pertama banyak memikat perhatian khalayak sehingga event ini mampu menghadirkan sebanyak setengah juta penonton dan 46 dari 64 pesepeda mampu mengakhiri balap hingga di garis finish dengan Max Bulla—pembalap sepeda Austria—sebagai pemenangnya.

    1. Vuelta a España

    Event ini dimulai oleh 50 orang pesepeda yang melintasi kota Madrid di tahun 1935. Para pembalap tersebut membawa perkakas sepeda—sendiri—untuk menghadapi trouble ketika balapan berlangsung. Gustaaf Deloor—pembalap Belgia—merupakan orang pertama yang menjuarai ajang tersebut. Ia menempuh jarak 3.425 kilometer untuk melalu garis finish.

    Balapan ini pernah mandek akibat perang saudara yang terjadi di Spanyol saat itu. Namun pada 1941 akhirnya lomba kembali bergulir dan menjadi olahraga populer saat itu di Spanyol, tak kalah dengan Tour de France, seperti dilansir melalui lavuelta.es, kanal resmi Vuelta a España.

    GERIN RIO PRANATA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.