Swiss Open 2021: Kata Leo/Daniel dan Shesar Setelah Terhenti di Perempat Final

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin saat berlaga dalam WJC 2019 di Kazan, Rusia, Sabtu, 12 Oktober 2019.| ANTARA/HO Tim PBSI/am.

    Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin saat berlaga dalam WJC 2019 di Kazan, Rusia, Sabtu, 12 Oktober 2019.| ANTARA/HO Tim PBSI/am.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan Shesar Hiren Rhustavito terhenti di babak perempat final Swiss Open 2021. Setelah mereka tersisih, tidak ada satu pun wakil Indonesia yang bisa menembus semifinal turnamen ini.

    Leo/Daniel harus mengakui keunggulan pasangan Malaysia Aaron Chia/Soh Woi Yik yang menjadi unggulan pertama setelah bermain ketat selama tiga game, 18-21, 21-19, 16-21. Sementara, Shesar dikalahkan pemain unggulan pertama dari Denmark, Viktor Axelsen dengan skor 17-21, 12-21.

    Bagi Leo/Daniel ini merupakan kekalahan kedua dari pasangan Malaysia tersebut. Sebelumnya pada turnamen Toyota Thailand Terbuka, Januari lalu, mereka kalah dengan skor, 12-21, 21-6, 12-21.

    "Kami kecewa dengan hasil ini. Seharusnya kami tadi bisa menang karena kami merasa permainan kami tidak buruk," kata Leo usai pertandingan saat dihubungi Tim Humas dan Media PP PBSI dari Jakarta.

    ADVERTISEMENT

    "Di game pertama kami memang kalah start, kami tidak bisa konsisten dengan pola kami. Sering keduluan nyerangnya. Di game kedua, kami mengambil inisiatif serangan dan berhasil. Game ketiga kami malah masuk lagi ke pola permainan lawan. Kami terpancing permainan mereka," kata Leo.

    Walau kecewa, Leo/Daniel tetap bersyukur bisa menembus babak perempatfinal turnamen level Super 300 ini. Mereka berharap bisa terus berkembang menjadi lebih baik ke depan.

    Shesar Hiren Rhustavito dalam PBSI Home Tournament di Jakarta, Rabu 8 Juli 2020. Doc. TIM PBSI.

    Di laga perempat final lainnya, Shesar Hiren Rhustavito alias Vito, harus mengakui keunggulan Viktor Axelsen walau telah memberikan perlawanan seimbang.

    "Saya ada kesempatan untuk merebut game pertama. Tapi memang di poin-poin akhir dia lebih inisiatif untuk menyerang dan saya malah tidak siap dengan itu," kata Vito.

    "Di game kedua dia lebih tahan dan fokus di setiap reli-reli untuk bisa dapat serangan. Sementara saya malah masuk ke pola permainan dia dan mudah memberikan bola yang dia inginkan," dia menambahkan.

    Walau tidak puas dengan hasil yang didapat, Vito mengaku mendapat banyak pelajaran dari pertandingan hari ini. "Untuk hasil saya tidak puas tapi secara permainan saya cukup puas. Selain itu saya mendapat banyak pelajaran hari ini dan bisa mengerti apa yang harus ditambah dan diperbaiki," kata Vito.

    Baca Juga: Bulu Tangkis: 14 Atlet Indonesia Berangkat untuk Berlaga di Swiss Open 2021

    Indonesia memberangkatkan 14 atlet untuk berlaga di Swiss Open 2021. Menurut manajer tim, Eddy Prayitno, turnamen keempat musim ini menjadi ajang untuk menambah poin Olimpiade Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan memberi kesempatan pebulu tangkis muda tampil dalam turnamen level atas. 

    PBSI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?