Barcelona dan Bagaimana Bartomeu Menyetop Penyelidikan Internal Barcagate

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu. REUTERS

    Mantan presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - The Mossos d'Esquadra, Kepolisian Katalunya, menduga bahwa mantan presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, mencoba menghentikan penyelidikan internal klub atas skandal Barcagate. Setelah penyelidikan pertama pada Februari 2020, Bartomeu diduga menekan petugas kepatuhan klub Noelia Romero.

    Bartomeu diduga mengirim email kepada Romero, menanyakan maksud penyelidikan internal yang diusulkan. Kepolisian menduga bahwa pesan email tersebut adalah tekanan terhadap independensi peran Romero. Email ini dikirim karena Bartomeu telah mencoba menelepon petugas kepatuhan dan panggilannya tidak dibalas.

    Kepolisian mengungkap isi email Bartomeu tersebut dalam penyelidikan Barcagate. Dikutip dari Marca, 6 Maret 2021, berikut isi email Bartomeu kepada Romero.

    "Saya meminta Anda untuk segera memberi tahu saya tentang ada atau tidaknya penyelidikan yang Anda lakukan sehubungan dengan pemantauan. Jika memang demikian, beri tahu saya apa tujuannya," tulis email Bartomeu ke Romero, menurut informasi polisi Katalunya.

    Baca juga : Mengenal Barcagate, yang Membuat Mantan Presiden Barcelona Bartomeu Ditangkap

    "Hari ini, yang mengejutkan saya, sejumlah karyawan klub telah memberi tahu bahwa mereka telah bertemu dengan Anda atau Anda telah memanggil mereka untuk bertemu membicarakan tentang penyelidikan yang sedang berlangsung. Penyelidikan yang tidak saya ketahui dan, yang menurut saya, tidak ada."

    "Di luar apa yang telah kami sepakati untuk diselidiki, Anda mengatakan kepada saya bahwa Anda tidak akan melakukan apa pun selain melakukan percakapan dengan Maria Valles (direktur yayasan Barcelona) dan memberi tahu Ramón-Gomez Ponti (kepala layanan hukum)."

    "Seperti yang Anda ketahui, PricewaterhouseCoopers sedang melakukan peninjauan ekstensif atas masalah ini atas permintaan dewan dan kami sama sekali tidak setuju untuk memulai penyelidikan yang berbeda. Inilah mengapa saya meminta Anda untuk memberi tahu saya besok, tentang ada tidaknya penyelidikan yang Anda lakukan, juga ruang lingkupnya."

    Pada 31 Maret 2020, Romero mendapatkan kesimpulan dari penyelidikan internal dan memberi tahu Bartomeu tentang penyelidikan tersebut. Bartomeu tidak mengizinkan Romero mempresentasikan temuannya ke dewan sehingga, pada 2 Juni, dia memutuskan untuk mengirimkannya ke semua direktur melalui email. Beberapa hari kemudian, Romero diskors tanpa bayaran dan kemudian dipecat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.