Timnas Basket Putri Indonesia Akui Keunggulan Thailand

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Medan: Tim Nasional Putri U-18 Indonesia kembali mengalami kekalahan melawan Timnas Thailand pada kejuaraan Basket Tingkat Asia ke-19 di Gedung Olah Raga, Pangkalan Udara Medan, Sumatera Utara, Rabu (5/11). Dalam pertandingan yang melelahkan itu, Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand, 61-71.

    Assisten Pelatih Timnas, Jacky Ignatius Hatta mengatakan, kekalahan tim basket putri lebih karena faktor fisik dan mental. Perekrutan dan pemberian materi latihan kepada pebasket hanya dilakukan dalam waktu singkat.

    “Waktu latihannya dua minggu,” kata Jacky kepada wartawan. Sebelumnya, Indonesia juga mengalami kekalahan dari Kazakhstan, 61-81.

    Pada pertandingan itu, sejak kuarter awal tim Thailand terus melakukan penjagaan ketat kepada para pemain Indonesia, terutama Jacklien Ibo. “Sehingga sulit bagi kami untuk melakukan tembakan,” kata Jacky.

    Di kuarter pertama dan kedua, Indonesia sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit dengan selisih perolehan skor yang ketat, 15-15, dan 15-19 bagi Thailand. Pada kuarter ketiga, Jacklien Ibo dkk. bahkan memimpin skor, 21-18.

    Karena kondisi fisik, di kuarter keempat tim Indonesia mulai melemah. Ini dimanfaatkan Suwimon Sangtad cs. mengumpulkan poin, 10-21 bagi Thailand. “Memasuki kuarter keempat, fisik para pemain menurun,” ucap Jacky.

    Kepala Timnas Thailand, Partoom Muangmee mengatakan hari ini adalah hari kebaikan dan keberuntungan. “Ini hari yang baik,” ujarnya. Melihat pertandingan Indonesia dengan kazakhastan, Pratoom mengaku, Indonesia bukan lawan yang mudah.

    Jacky mengaku peluang Indonesia meraih nomor tiga dan nomor dua dalam grup Divisi II FIBA akan tergantung hasil pertandingan Kazakhastan. “Indonesia masih memiliki peluang,” sebutnya.

    Soetana Monang Hasibuan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.