Menpora: Presiden Jokowi Minta Kasus All England 2021 Tak Didiamkan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi Presiden Joko Widodo saat mengembalikan kok ke arah Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah dalam kunjungan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, 3 Mei 2018. Dalam pertandingan ini Presiden Jokowi didampingi oleh legendaris bulu tangkis Indonesia Alan Budikusuma, sedangkan Sultan Hassanal Bolkiah ditemani oleh Hendri Saputra. ANTARA/Wahyu Putro A

    Aksi Presiden Joko Widodo saat mengembalikan kok ke arah Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah dalam kunjungan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, 3 Mei 2018. Dalam pertandingan ini Presiden Jokowi didampingi oleh legendaris bulu tangkis Indonesia Alan Budikusuma, sedangkan Sultan Hassanal Bolkiah ditemani oleh Hendri Saputra. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar semua pihak tidak tinggal diam terhadap perlakuan yang dialami tim bulu tangkis Indonesia di All England 2021.

    “Presiden Jokowi meminta kepada kami untuk melakukan langkah-langkah cepat dan terbaik terutama untuk menyelamatkan anak-anak kita di sana,” ujar Zainudin dalam jumpa pers di Kantor Kemenpora, Jumat.

    “Di sisi lain pak presiden juga meminta supaya perlakuan yang tidak baik ini jangan didiamkan dan harus tetap dipersoalkan,” kata Menpora menambahkan.

    Menpora menegaskan bahwa pemerintah kecewa atas perlakuan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) terhadap tim bulu tangkis Indonesia di All England 2021.

    Apalagi para pemain dan ofisial juga diperlakukan tidak adil setelah dipaksa mundur. Mereka tidak diperbolehkan menggunakan fasilitas lift serta harus kembali ke hotel dengan jalan kaki.

    Tim Indonesia saat ini masih harus menjalani isolasi mandiri di hotel setidaknya hingga 23 Maret mendatang.

    Zainudin memastikan bahwa Kedutaan Besar Indonesia di Inggris juga telah menyuplai kebutuhan logistik bagi tim Indonesia di Birmingham, mengingat mereka tidak diperbolehkan ke luar hotel.

    Pemerintah juga saat ini tengah berupaya untuk mencari kejelasan terkait nasib tim Indonesia di Birmingham. Jika tidak memungkinkan melanjutkan pertandingan, mereka bisa dipertimbangkan untuk kembali ke Tanah Air.

    “Saya barusan dapat kabar kalau logistik untuk mereka sudah disuplai, tetapi tidak bisa bertemu secara fisik. Saat ini kami masih berusaha agar pemain kita tidak terkurung (di hotel),” kata dia.

    Tim Indonesia diharuskan mundur dari turnamen BWF World Tour level Super 1000 itu setelah 20 dari 24 anggota menerima surat elektronik dari otoritas kesehatan Inggris (NHS) yang mengabarkan bahwa salah satu penumpang dalam pesawat yang mereka tumpangi dari Istanbul ke Birmingham dinyatakan positif COVID-19. Mereka diwajibkan menjalani isolasi mandiri di hotel selama 10 hari terhitung mulai 13-23 Maret.

    Skuad Merah Putih sebelumnya sudah menjalani tes COVID-19 setiba di Birmingham, Sabtu (13 Maret) dan seluruhnya mendapati hasil negatif. Namun sesuai dengan regulasi Pemerintah Inggris yang tentang penelusuran kontak erat positif COVID-19, perjuangan timnas Indonesia harus berhenti di tengah jalan.

    Baca Juga: Apa yang Dilakukan Dubes RI di Inggris Soal Kasus All England 2021?

    Pada All England 2021, BWF pun dinilai gagal menyelenggarakan kompetisi karena tidak dapat mengantisipasi kejadian tak terduga seperti yang harus dialami tim Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.