WGM Irene Kharisma Berharap Duel Catur vs Dewa Kipas Bisa Akhiri Polemik

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pecatur Irene Kharisma Sukandar. Dok. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    Pecatur Irene Kharisma Sukandar. Dok. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    TEMPO.CO, Jakarta - Grand Master Putri (WGM) Irene Kharisma Sukandar berharap pertandingan persahabatan dengan pemilik akun Dewa Kipas, Dadang Subur, dapat mengakhiri polemik yang terjadi belakangan ini.

    "Setelah hal ini jangan ada yang dirugikan, karena yang ingin kita capai adalah kedamaian, selesai. Tapi, memang harus menjunjung azas-azas kebenaran, ada yang kita ketahui, apa yang kita punyai dari data-data, itu bisa menjadi salah satu acuan kebenaran," ujar Irene dalam video di akun YouTube-nya yang diunggah Jumat, 19 Maret 2021.

    Irene dan Dewa Kipas dijadwalkan bertanding dan disiarkan langsung melalui podcast Deddy Corbuzier pada Senin, 22 Maret, mulai pukul 15.00 WIB.

    "Saya akan datang sebagai pecatur profesional melawan Pak Dadang Subur di Pertandingan Persahabatan. Jadi, saya harap setelah ini polemik ini segera berakhir, dari semua pihak," kata Irene.

    "Sudah setop sampai di sini saja, jangan diperpanjang lagi, jadi kita bisa fokus kembali, saya sendiri bisa fokus ke latihan saya karena ada banyak event-event yang harus saya persiapkan. Ini mudah-mudahan setelah ini kita semua bisa berdamai, kita semua bisa berakhir dengan baik." 

    Secara pribadi, Irene mengatakan bersimpati dan menaruh hormat kepada Dadang. "itulah salah satu kenapa saya bilang saya tidak pernah menantang beliau."

    "Saya sangat simpati kepada beliau, saya melihat sebagai orang tua beliau memiliki hobi catur, beliau sangat mencintai catur, sebenarnya ini menyentuh hati saya, karena kita berdua sama-sama mencintai catur," ujar Irene.

    Beberapa pekan terakhir, pemberitaan tentang kasus akun Dewa Kipas, milik Dadang Subur yang memenangi pertandingan melawan pecatur luar negeri IM Levy Rozman (AS) dengan nama akun GothamChess ramai diperbincangkan.

    Dadang Subur atau Dewa Kipas saat menjadi tamu di podcast Deddy Corbuzier bersama putranya, Ali Akbar. Foto: Youtube.

    Hal ini muncul saat akun Dewan Kipas diblokir oleh chess.com yang kemudian mengakibatkan netizen Indonesia melontarkan komentar "menyerang" dalam akun medsos GothamChess dan chess.com, seperti di Twitter, Instagram dan juga YouTube karena tidak terima akun Dewa Kipas dilarang.

    Deddy Corbuzier mengundang pemilik akun Dewa Kipas hadir dalam podcast-nya. Demikian pula dengan Irene yang hadir dalam podcast episode berbeda. Tim podcast Deddy Corbuzier kemudian berinisiatif untuk membuat pertandingan persahabatan antara Dewa Kipas dan Irene.

    Baca Juga: Duel Catur Irene Kharisma vs Dewa Kipas, Ini Saran dari Percasi

    Dalam video di akun YouTube-nya yang diunggah, Sabtu, Deddy Corbuzier mengatakan pertandingan persahabatan tersebut akan berlangsung menarik. Dia bahkan mengaku mendapat tawaran dari stasiun televisi untuk menyiarkan pertandingan tersebut, namun dia tolak.

    "Kita ingin membuat ini pertandingan persahabatan, mulanya di sini, ya akhirnya di sini, kita bertandingnya di papan catur," kata Deddy.

    "Kalau GM Irene menang luar biasa, kita berikan penghargaan, tepuk tangan untuk beliau, tapi beliau juga sudah Grand Master. Kalau Dewa Kipas menang kita menemukan permata di dasar laut, kan tidak ada yang tahu."

    Deddy Corbuzier juga mengajak semua orang untuk mendukung kedua belah pihak, dan juga dunia catur di Indonesia pada umumnya.

    "Yuk kita support aja, yuk kita bantu aja, yang namanya dunia percaturan ini. Irene-nya, Pak Dadang-nya, apapun yang terjadi nanti, siapa pun yang menang nanti, ini enggak ada yang jeleknya buat dunia catur di Indonesia," kata Deddy.

    "Apapun itu, membawa euforia luar biasa buat pemirsa atau buat anak-anak muda untuk "wow catur bisa seperti ini lho luar biasanya." Jadi, memang harus dibikin heboh, kenapa enggak, untuk bangsa kita, untuk negara kita." 

    Baca Juga: Menurut Irene Kharisma Bila Lihat Grafik, Dewa Kipas Harusnya Sudah Juara Dunia

    Irene Kharisma Sukandar menjadi grand master wanita sejak 2009. Sepanjang kariernya sebagai atlet catur, ia antara lain pernah meraih dua medali emas SEA Games 2013, Juara Australian Women's Masters 2014, juara Asian Continental Chess Championship 2014, dan juara Hjorth Open 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H