PB PON Papua Ajukan Anggaran Rp 1,6 Triliun untuk Pekan Olahraga Nasional

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Harian PB PON Papua Yunus Wonda. ANTARA/Hendrina Dian Kandipi/aa.

    Ketua Harian PB PON Papua Yunus Wonda. ANTARA/Hendrina Dian Kandipi/aa.

    TEMPO.CO, JakartaKetua Harian PB PON Papua Yunus Wonda mengajukan usulan anggaran untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 sebesar Rp1,6 triliun. Menurut dia, usulan anggaran tersebut sedang mendapat tinjuan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.

    "Setelah rampung, proposal kemudian diserahkan kepada Kementerian Keuangan untuk mendapat persetujuan. Kemarin kita ajukan proposal ke pusat sebesar Rp1,6 triliun dari kebutuhan Rp2 triliun, di mana sekitar Rp500 miliar sisanya dianggarkan lewat Kemenpora kepada PB PON Papua," kata Yunus Wonda dikutip dari laman pemerintah provinsi Papua, Rabu, 24 Maret 2021.

    Saat ini, PB PON Papua dikabarkan tak lagi mendapat dukungan anggaran dari APBD Provinsi Papua. Musababnya, alokasi Rp 2 triliun telah diberikan untuk pembangunan arena pertandingan untuk ajang olahraga muticabang tersebut. Sehingga untuk menutupi kebutuhan komponen broadcasting dan konsumsi, menurut Yunus, PB PON Papua membutuhkan dukungan anggaran dari pusat.

    Baca juga : Erick Thohir Ingin BUMN Bantu Pengembangan Olahraga di Indonesia

    "Kami di kepanitiaan sudah tidak lagi mendapatkan anggaran lagi di APBD Papua. Sehingga untuk komponen seperti broadcasting dan konsumsi yang tidak bisa kami biayai, maka mintakan ke pusat. Ini harus bisa mendapat dukungan, karena kalau tidak maka akan mempengaruhi bidang lain di PB PON Papua dalam hal penganggaran," ujarnya.

    Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Chandra Bhakti, memastikan tengah melihat proposal anggaran PON XX Papua. Proposal pembiayaan penyelenggaraan PON XX di Papua akan ditinjau Kemenpora sesuai dengan standar satuan harga. "Proposal yang diajukan akan kami review dengan menyepakati sebagai dasar dengan standarisasinya," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.