Chico Aura Dwi Wardoyo Tersingkir di Orleans Masters 2021, Ini Kata Pelatih

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain bulu tangkis tunggal putra, Chico Aura Dwi Wardoyo. (badmintonindonesia.org)

    Pemain bulu tangkis tunggal putra, Chico Aura Dwi Wardoyo. (badmintonindonesia.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Langkah Chico Aura Dwi Wardoyo harus terhenti di babak32 besar ajang bulu tangkis Orleans Masters 2012. Satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia harus mengakui keunggulan pebulutangkis India, Chirag Sen dua gim langsung 13-21, 12-21 pada laga yang digelar pada Rabu, 24 Maret 2021 waktu setempat.

    Pelatih Harry Hartono mengatakan bahwa kurangnya inisiatif serangan menjadi penyebab kekalahan Chico. "Pertemuan Chico vs Chirag Sen adalah pertemuan pertama keduanya. Kualitas permainan Chirag Sen depannya cepat dan banyak variasi," ujar Harry dikutip dari Badminton Indonesia, Kamis, 25 Maret 2021.

    Di tengah pertandingan bulu tangkis itu, Harry juga sempat memberi instruksi untuk mengubah pola permainan. Namun, rencana itu tidak berjalan sebagaimana mestinya. "Chico antisipasinya kurang cepat dan kalah inisiatif. Jadi tidak banyak dapat posisi menyerang," kata dia.

    Ia melanjutkan, "Saat harus mengubah pola untuk bermain lebih ulet dan mengontrol, Chico juga kurang tenang dan kurang bisa menggunakan stroke mainnya. Sehingga banyak melakukan kesalahan sendiri. Harus ada latihan ekstra untuk dia agar bisa mengejar kekurangan dan lebih mematangkan pukulan-pukulannya."

    Baca juga : Hasil Orleans Masters 2021: Putri Kusuma Wardani Tumbangkan Unggulan Ketujuh

    Selain masalah teknis, Harry juga menyoroti mental dari anak asuhnya tersebut. "Kalau diingat, penampilan Chico bagus sekali saat home tournament lalu tapi lawannya teman latihan sendiri. Jadi sudah lebih hapal gaya mainnya. Secara mental dan pikiran sudah lebih siap," kata Harry.

    "Jika main di turnamen internasional seperti ini, atletnya harus lebih siap dari mental, pikiran, dan latihannya. Karena lawan kita dari negara lain, punya pola main dan teknik yang berbeda. Jadi kita antisipasi atau mempelajari bagaimana mengalahkannya. Ini yang mungkin perlu lebih diperhatikan juga," tegasnya.

    Harry mengatakan Chico gagal memenuhi target untuk menembus babak semifinal turnamen Super 100 ini. Di luar kegagalan Chico, Indonesia meloloskan enam wakil ke babak 16 besar yang akan berlangsung hari Kamis (25/3). Berikut daftarnya :

    Ganda Putra :

    Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani vs Mads Pieler Kolding/Frederik Søgaard (Denmark)

    Ganda Putri :

    Nita Violina Marwah/Putri Syaikah vs Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva (2/Bulgaria)

    Yulfira Barkah/Febby Valencia Dwijayanti Gani vs Selena Piek/Cheryl Seinen (6/Belanda)

    Ganda Campuran :

    Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow vs Mathias Thyrri/Mai Surrow (Denmark)

    Zachariah Josiahno Sumanti/Hediana Julimarbela vs Jeppe Bay/Sara Lundgaard (Denmark)

    Tunggal Putri :

    Putri Kusuma Wardani vs Sabrina Jaquet (Swiss)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.