Gagal Podium di Moto2 Qatar, Pertamina Mandalika SAG Team: Masih Perlu Berbenah

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Bo Bendsneyder dari Pertamina Mandalika SAG Team. Instagram/@bobendsneyder

    Pembalap Bo Bendsneyder dari Pertamina Mandalika SAG Team. Instagram/@bobendsneyder

    TEMPO.CO, Jakarta - Debut Pertamina Mandalika SAG Team di seri pertama balapan Moto2 musim ini tak menggembirakan. Sempat menuai peluang akan berada di podium, dua pembalap tim itu terlempar dari posisi lima besar. 

    Direktur Komersial Mandalika Racing Team Irawan Sucahyono mengaku dua pembalapnya belum menunjukkan penampilan maksimal pada balapan di Sirkuit Losail, Senin dinihari tadi.  Dia menilai dua pembalap mereka, Bo Bendsneyder dan Tom Luthi masih perlu berbenah. 

    "Kemarin kami memang belum maksimal karena memang ada kekurangan yang sudah kita evaluasi," ucap Irawan saat dihubungi Tempo, Senin, 29 Maret 2021.

    Tim baru asal Indonesia itu sempat mencuri perhatian dengan menempatkan Bo Bendsneyder di posisi start ketiga. Akan tetapi pembalap asal Belanda itu terus tersalip lawan-lawannya hingga akhirnya hanya finish di posisi kesembilan. Sementara rekan setimnya yang lebih senior, Tom Luthi mengakhiri balapan di urutan 15.

    Meski gagal meraih podium, Irawan menyebutkan pembalapnya telah memenuhi target minimal dengan menyumbang poin buat tim. Apalagi, kata dia, seri Qatar merupakan balap perdana musim 2021 yang perlu banyak adaptasi bagi tim.

    "Pokoknya harus dapat poin, itu target minimal yang kita patok. Semoga ke depan bakal lebih, lebih baik lagi," ujar Irawan. 

    Menurut Irawan, buruknya penampilan Tom Lutfi pada seri Qatar diakibatkan settingan motor yang tidak pas. Sejak babak kualifikasi, pembalap asal Swiss itu mengalami kendala teknis.

    "Dari awal dia sudah laporkan itu," kata dia.

    Untuk Bo Bendsneyder, Irawan mengatakan tidak ada kendala teknis pada motor. Namun, ia menyebutkan masalah mental ketika balapan yang harus diperbaiki. Menurut dia, usia Bo yang baru 22 tahun masih perlu banyak belajar ketika kejar-kejaran dengan pembalap yang lebih senior.

    "Bo keliatan tidak agresif kalau lagi fight berdua, kalau kita liat Bo diambil di lintasan panjang selalu tersusul di ujungnya. Mungkin lawan-lawan lebih senior dan lebih berani, jadi lebih agresif," ungkap dia.

    Selain hasil di lintasan balap, Irawan juga mengevaluasi kerja sama dengan SAG Team dengan Mandalika Racing Team. Kolaborasi tim asal Spanyol dan Indonesia telah berjalan sesuai tujuan awal supaya ada transfer pengetahuan bagi mekanik dari Mandalika Racing Team. Menurut dia, dari 15 mekanik yang berada di paddock pas balapan, sebanyak dua orang berasal dari Indonesia.

    "Untuk awal kita baru bisa masukin dua orang, nanti makin ke sini makin banyak tim Indonesia yang berada di paddock," ujar dia.

    Berikut hasil balapan 15 besar Moto2 Qatar 2021:
    Sam Lowes (ELF Marc VDS Racing Team) 40 menit 03,123 detik
    Remy Gardner (Red Bull KTM Ajo) +2,260 detik
    Fabio Di Giannantonio (Federal Oil Gresini Moto2) +5,228 detik
    Marco Bezzecchi (SKY Racing Team VR46) +5,241 detik
    Raul Fernandez (Red Bull KTM Ajo) +6,145 detik
    Joe Roberts (Italtrans Racing Team) +6,786 detik
    Jake Dixon (Petronas Sprinta Racing) +8,721 detik
    Marcel Schrotter (Liqui Moly Intact GP) +10,991 detik
    Bo Bendsneyder (Pertamina Mandalika SAG Team) +12,493 detik
    Jorge Navarro (MB Conveyors Speed Up) +16,800 detik
    Cameron Beaubier (American Racing) +17,147 detik
    Celestino Vietti (SKY Racing Team VR46) +17,289 detik
    Aron Canet (Inde Aspar Team) +17,527 detik
    Augusto Fernandez (ELF Marc VDS Racing Team) +17,540 detik
    Tom Luthi (Pertamina Mandalika SAG Team) +17,816 detik

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.