Jelang Paralympic Tokyo, 9 Atlet Bulu Tangkis NPC Ikuti Kejuaraan Dunia di Dubai

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis Indonesia, Oktila Leani Ratri dan Khalimatus Sadiyah Sukohandoko, setelah mengembalikan kok ke arah pasangan Hefang Cheng/Huihuima dalam final ganda putri Asian Para Games 2018 di Jakarta, Jumat, 12 Oktober 2018. Sebelumnya, Leani mendapatkan medali perak dari nomor perorangan. TEMPO/Amston Probel

    Pebulu tangkis Indonesia, Oktila Leani Ratri dan Khalimatus Sadiyah Sukohandoko, setelah mengembalikan kok ke arah pasangan Hefang Cheng/Huihuima dalam final ganda putri Asian Para Games 2018 di Jakarta, Jumat, 12 Oktober 2018. Sebelumnya, Leani mendapatkan medali perak dari nomor perorangan. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim pelatnas bulu tangkis National Paralympic Committee (NPC) Indonesia bakal mengikuti kejuaraan bertajuk "3nd Fazza-Dubai Para Badminton International 2021" yang digelar 30 Maret-4 April mendatang. Pelatih kepala pelatnas bulu tangkis NPC Indonesia, Jarot Hernowo, mengatakan rombongan telah bertolak ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Sabtu lalu.

    Ajang ini, kata Jarot, bakal dijadikan Leani Ratri Oktila dan rekan-rekannya mencermati peta kekuatan lawan yang bakal dihadapinya pada Paralympic Tokyo 2021. Menurut dia, atlet bulu tangkis dari berbagai negara turun bertanding dalam kejuaraan dunia bulu tangkis paralimpik yang pertama digelar setelah pandemi Covid-19 melanda.

    "Semua atlet dalam kejuaraan, tentu memburu gelar juara. Tapi kejuaraan di Dubai kan menjadi sasaran antara dan arena uji coba. Yang terpenting, justru mencermati peta kekuatan rival yang akan dihadapi di Tokyo mendatang," kata Jarot kepada Tempo, Selasa, 30 Maret 2021.

    Baca juga : Bulu Tangkis: Tanpa Gelar di Orleans Masters 2021, Begini Kata Rionny Mainaky

    Sembilan atlet pelatnas bulu tangkis akan tampil di ajang tersebut. Para atlet yang sejak Oktober silam menjalani pemusatan latihan di Solo itu, kata Jarot telah memastikan menggenggam tiket pesta olahraga disabilitas terbesar di dunia itu.

    Mereka adalah Dheva Anrimusthi pada klasifikasi disabilitas SU5, Hari Susanto (SL3), Fredy Setiawan (SL4). Selain itu, ada Ukun Rukaendi (SL3), Leani Ratri Oktila (SL4) dan Khalimatus Sa’diyah Sukohandoko (SL4). Seorang pebulutangkis lain, Suryo Nugroho (SU5) tinggal menunggu kepastian wildcard bipartide karena dia menempati urutan tiga dunia, di bawah Dheva yang berada di puncak peringkat.

    Pelatih lain pelatnas bulu tangkis, Yunita Ambar Wulandari mengungkapkan, para atlet tersebut akan turun pada nomor-nomor seperti yang disiapkan untuk menghadapi Paralimpic Tokyo 2021. Rencananya, Leani Ratri akan bertarung di tiga nomor. Yakni ganda campuran, dia berduet dengan Hari Susanto.

    Selanjutnya, Leani bakal tandem dengan Khalimatus bertarung di nomor ganda putri. Selain itu, dirinya juga diplot berduel di nomor tunggal putri. "Atlet-atlet yang lain juga direncanakan turun pada nomor-nomor sesuai yang disiapkan untuk menghadapi Paralympic Tokyo nanti," kata Ambar.

    Baca juga : Bulu Tangkis: Khalimatus Sadiyah Target Medali Perak di Paralympic Tokyo 2021


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.