Dokter RSPAD: Aprilia Manganang Diperkirakan Jalani Operasi Kedua pada Agustus

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa (kiri) bersama Istri Hetty Andika Perkasa (kanan) dan Serda (K) Aprilia Santini Manganang (tengah) usai mengikuti sidang penggantian jenis kelamin dan penggantian nama secara virtual yang berlangsung dari Pengadilan Negeri Tondano, Sulawesi Utara, di Markas Besar TNI Angkatan Darat, di Jakarta, Jumat, 19 Maret 2021. Pengadilan Negeri Tondano, Sulawesi Utara mengabulkan permohonan pergantian identitas Serda (K) Aprilia Manganang menjadi Serda Aprilio Perkasa Manganang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa (kiri) bersama Istri Hetty Andika Perkasa (kanan) dan Serda (K) Aprilia Santini Manganang (tengah) usai mengikuti sidang penggantian jenis kelamin dan penggantian nama secara virtual yang berlangsung dari Pengadilan Negeri Tondano, Sulawesi Utara, di Markas Besar TNI Angkatan Darat, di Jakarta, Jumat, 19 Maret 2021. Pengadilan Negeri Tondano, Sulawesi Utara mengabulkan permohonan pergantian identitas Serda (K) Aprilia Manganang menjadi Serda Aprilio Perkasa Manganang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Departemen Kesehatan Jiwa Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, dokter Bagus Sulistyo Budhi, mengatakan bahwa Sersan Dua Aprilio Perkasa Manganang yang sebelumnya bernama Aprilia Manganang, akan menjalani operasi bedah korektif tahap dua pada Agustus mendatang. Namun, waktu operasinya masih bisa maju atau mundur.

    Bagus menjelaskan bahwa operasi tahap kedua dilakukan sekitar enam bulan dari operasi tahap pertama yang sudah dilakukan pada Februari lalu. Karena itu, jika merujuk pada waktu operasi pertama, dokter memperkirakan operasi berikutnya pada Agustus.

    "Perkiraan saja, nanti di tengah-tengah bisa dilihat, bisa lebih cepat, bisa lebih lama. Kendala apa, lukanya apakah sudah kering, sudah bagus, perkembangan sesuai harapan. Tindakan selanjutnya sesuai itu juga," ujar Bagus saat dihubungi Tempo, Selasa, 30 Maret 2021.

    Baca Juga: Dokter RSPAD: Aprilia Manganang Sempat Bingung Sebelum Ganti Identitas

    Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa memperkenalkan Serda Aprilia Manganang via videotron di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes AD), Jakarta, Selasa, 9 Maret 2021. Aprilia Manganang dikenal sebagai mantan atlet voli putri Indonesia yang namanya menjadi sorotan publik saat tampil di Asian Games 2018 lantaran bentuk tubuhnya. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ia mengungkapkan bahwa tim dokter RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, masih terus memantau perkembangan mantan atlet voli putri itu. Saat ini, kondisi anak angkat Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa itu baik dan sehat usai menjalani operasi tahap pertama. "Kondisinya baik, sekarang nggak ada kendala," kata dia.

    Tim dokter, Bagus melanjutkan, masih memantau kondisinya untuk bisa menentukan kapan operasi tahap kedua akan dilakukan. Ia tidak menutup kemungkinan akan melakukan tindakan medis kepada Manganang.

    "Kalau ngomong prediksi, secara teori secara tatanan perkiraaan berdasarkan empirikal sebelumnya atau data sebelumnya, setiap orang kasusnya beda, perkembangan beda," katanya.

    Aprilio Perkasa Manganang telah menjalani sidang perdata pergantian identitas yang digelar di Pengadilan Negeri Tondano, Sulawesi Utara, pada Jumat, 19 Maret 2021.

    Baca Juga: Pengadilan Negeri Tondano Kabulkan Perubahan Identitas Aprilia Manganang

    Aprilia Manganang merupakan mantan atlet voli putri Indonesia yang namanya menjadi sorotan publik saat tampil di Asian Games 2018. Kerap bergaya tomboy bahkan membuat Aprilia kala itu sempat diduga merupakan pria. Youtube; Instagram/@manganang92

    Di sidang tersebut, saksi ahli dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, dokter Guntoro mengungkapkan, dalam pemeriksaan medis, tidak ditemukan rahim dalam tubuh mantan pemain Jakarta Elektrik PLN tersebut.

    Guntoro menjelaskan, mengapa Bintara TNI berpangkat Sersan Dua itu sebelumnya diidentifikasi sebagai perempuan ketika masih kecil. Salah satunya, Manganang selalu duduk saat buang air kecil. Itu terjadi karena alat kelamin miliknya tidak seperti laki-laki pada umumnya. Hal itu pula yang membuat kedua orang tua Manganang menganggap anaknya seorang perempuan.

    “Kami dari tim ahli memutuskan kalau Aprilia Manganang adalah laki-laki yang lahir dengan hipospadia," ucap dia.

    Menurut Guntoro, tim dokter RSPAD telah melakukan operasi kepada Aprilia Manganang pada Februari lalu. Ia mengatakan operasi bedah korektif atau corrective surgery akan dilakukan sebanyak dua kali. Karena itu, setelah operasi pertamanya, mantan atlet voli putri yang kini sudah memiliki nama baru Aprilio Perkasa Manganang kedua.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.