Hari ini, 58 Tahun Pencak Silat Betako Merpati Putih, Akar Perguruan Sejak 1550

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo perguruan pencak silat Merpati Putih. wikipedia

    Logo perguruan pencak silat Merpati Putih. wikipedia

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari ini, 2 April 1963 silam, Perguruan Pencak Silat Bela Diri Tangan Kosong atau PPS Betako Merpati Putih secara resmi didirikan di Yogyakarta. Seni bela diri Merpati Putih sendiri merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang akarnya mulai terbentuk sejak 1550-an. Berikut sekilas tentang berdirinya PPS Betako Merpati Putih yang awalnya khusus diajarkan kepada Kopasus dan Paspampres saja ini.

    PPS Betako Merpati Putih didirikan 58 tahun silam oleh Purwoto Hadi Purnomo yang sekaligus guru besar dan pewaris ilmu pencak silat tersebut dari sang guru Saring Hadi Purnomo yang selanjutnya diwariskan terus menerus sampai kepada Budi Santoso Hadi Poernomo. PPS Betako Merpati Putih atau MP sebutan populernya berasal dari seni bela diri di keluarga keraton, termasuk di antaranya Pangeran Diponegoro.

    Mulanya aliran pencak silat ini dimiliki oleh Sampeyan Dalem Inkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pangeran Prabu Mangkurat Ingkang Jumeneng Ing Kartosuro kemudian diwariskan ke Bendara Pangeran Harya atau BPH Adiwidjojo sebagai Grat I. Lalu setelah Grat ke tiga, R. Ay. Djojoredjoso ilmu yang diturunkan dibagi menjadi tiga berdasarkan spesialisasinya sendiri-sendiri.

    Adapun pecahan dari aliran tersebut yaitu Merpati Putih, Gagak Samudro dan Gagak Seto. Gagak Samudro khusus untuk ilmu pengobatan, Gagak Seto khusus ilmu sastra, sedangkan Merpati Putih dikhususkan untuk seni bela diri yang diturunkan kepada Gagak Handoko (Grat IV). Dari Gagak Handoko inilah akhirnya turun temurun ke Saring Hadi Purnomo lalu ke Purwoto Hadi Purnomo dan Budi Santoso Hadi Poernomo menjadi PPS Betako Merpati Putih. Hingga saat ini, kedua saudara seperguruan lainnya itu tidak pernah diketahui keberadaan ilmunya dan masih terus dilakukan pencarian di tiap daerah di tanah air untuk disatukan kembali.

    Pemberian nama Merpati Putih bukan tanpa makna, nama tersebut merupakan akronim dari falsafah bahasa Jawa yakni “Mersudi Patitising Tindak Pusakane Titising Hening” yang jika di-Indonesiakan memiliki arti mencari sampai mendapat kebenaran dengan ketenangan. Nama tersebut juga memiliki filosofi tersendiri bagi para anggota, diharapkan seorang anggota PPS Betako Merpati Putih akan dapat menyelaraskan hati serta pikiran dalam setiap perbuatan dan tindakan. Selain itu PPS Betako Merpati Putih juga memiliki motto, yakni “Sumbangsihku tak berharga, namun Keikhlasanku nyata”.

    Baca: Ingin Pencak Silat Masuk Olimpiade Ini Langkah Menteri Zainuddin

    Saat ini PPS Betako Merpati Putih merupakan anggota Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia atau IPSI dan Martial Arts Federation For World Peace atau MAFWP serta International Pencak Silat Federation atau Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa. Kini telah memiliki memiliki kurang lebih 85 cabang dalam negeri dan 4 cabang luar negeri dengan jumlah kelompok latihan sebanyak 415 buah, menurut data tahun 1993, yang tersebar di seluruh tanah air. PPS Betako Merpati Putih telah melahirkan alumni sebanyak 2.5 juta orang.

    Beberapa atlet pencak silat yang pernah menjadi juara dunia merupakan anggota PPS Betako Merpati Putih, di antaranya yaitu Joko Suprihatno, Haris Nugroho, Dian Kristanto (Juara Dunia, Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2010 di Padepokan Taman Mini Indonesia Indah) serta Andy Zulkarnaen (Perak Sea Games 2005, Juara Belgium Open 2017, 2018 dan 2019).

    HENDRIK KHOIRUL MUHID 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.