Gagal Dapat Poin di MotoGP Doha, Valentino Rossi: Kami Salah Arah

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Petronas Yamaha, Valentino Rossi. (instagram/@valeyellow46)

    Pembalap Petronas Yamaha, Valentino Rossi. (instagram/@valeyellow46)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Petronas Yamaha SRT Valentino Rossi gagal mendapatkan poin di balapan seri kedua MotoGP Doha, Senin dinihari. Bagi Rossi, meski mampu tampil lebih cepat 10 detik dibandingkan balapan pekan lalu, hasil ini membuatnya semakin terpuruk karena masih berkutat pada masalah yang sama, yaitu cengkraman ban bagian belakang.

    “Hari ini saya melaju lebih cepat dari hari Minggu lalu, saya melaju 10 detik lebih cepat, hanya saja semua orang mampu melaju lebih cepat. Kenyataannya, saya juga menderita dengan ban yang keras, bahkan di FP1 dan FP3 kami mencoba melakukan sesuatu untuk menyelamatkannya, tetapi kami salah arah," kata dia dikutip dari Corsedimoto, Senin, 5 April 2021.

    Menurut Rossi, "Ini bukan hasil yang bagus. Memulai dari belakang sangat sulit, karena semua motor rival kuat. Kecepatan saya tidak terlalu buruk, tapi tidak cukup untuk bertahan dengan grup terdepan. Saya harapkan sedikit lebih baik karena pagi ini kami menemukan sesuatu yang bisa membantu saya untuk berkendara lebih baik. Saya pikir bisa tetap bersama grup di barisan depan, tetapi kami tidak memiliki cukup tenaga untuk melakukannya."

    Juara dunia MotoGP sembilan kali itu meneruskan, "Kami juga sedikit menderita dengan grip belakang dengan ban lunak. Ada banyak trek di Eropa yang kami tahu gripnya bagus, jadi mudah-mudahan kami bisa mengharapkan hasil yang lebih baik. Kami akan lihat apa yang terjadi di Portimao."

    Baca juga : Drama MotoGP Doha: Disenggol Jack Miller, Joan Mir Protes ke Pengawas Balapan

    Rekan satu tim Rossi, Franco Morbidelli juga menganggap balapan di Sirkuit Losail adalah balapan yang sulit. Meski begitu, runner up Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 itu senang bisa balapan hingga akhir pada dua balapan di Qatar.

    "Saya pikir itu berhasil karena kami memiliki beberapa hal positif mulai hari ini. Waktu putaran saya tidak terlalu buruk dan itu sama dengan pembalap di barisan terdepan, tetapi saya tidak bisa cukup kuat di lap terakhir karena masalah ban. Saya harus bertarung dari urutan kesepuluh berarti saya tidak dapat memanfaatkan potensi yang saya miliki pada awal balapan," kata Morbidelli.

    Adapun Kepala Tim Petronas Yamaha SRT Razlan Razali mengaku cukup senang dengan hasil dua balapan pembuka di Qatar. Hasil tersebut, menurut dia, akan menjadi evaluasi untuk balapan di MotoGP Portugal pada 18 April 2021. "Sekarang kakmi dapat fokus untuk menganalisis apa yang telah terjadi dan bersiap untuk Portimao. Mudah-mudahan kami dapat melakukannya lebih baik di sana karena Franco mendapatkan podium di sana musim lalu," ujarnya.

    Baca juga : Fabio Quartararo Anggap Kemenangan di MotoGP Doha Spesial, Ini Alasannya

    CORSEDIMOTO | YAMAHA-RACING.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.