Manchester City vs Dortmund 2-1, Ini 5 Alasan Pep Guardiola Masih Patut Khawatir

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Manchester City, Phil Foden melakukan selebrasi bersama rekan-rekannya usai mencetak gol ke gawang Borussia Dortmund dalam Perempat Final Liga Champions di Etihad Stadium, Manchester, Inggris, 6 April 2021. REUTERS/Phil Noble

    Pemain Manchester City, Phil Foden melakukan selebrasi bersama rekan-rekannya usai mencetak gol ke gawang Borussia Dortmund dalam Perempat Final Liga Champions di Etihad Stadium, Manchester, Inggris, 6 April 2021. REUTERS/Phil Noble

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski mampu mengatasi Borussia Dortmund dalam leg pertama babak perempat final Liga Champions, Manchester City dianggap tampil dengan tidak meyakinkan. Mereka menang 2-1 atas Borussia Dortmund di Stadion Etihad. Kemenangan itu membuat Dortmund memiliki keunggulan gol tandang untuk leg kedua nanti.

    Meski begitu, pasukan Pep Guardiola tetap menjadi favorit kuat untuk melaju ke empat besar. The Citizen juga menjadi salah satu pesaing utama untuk merebut gelar juara Liga Champions. Akan tetapi, jika Kevin de Bruyne tidak mengubah cara bermain pada leg kedua nanti, bisa saja Dortmund yang mengambil keuntungan di laga kandang mereka.

    Pep Guardiola pun sudah sepatutnya khawatir terhadap kejutan yang bisa diberikan Erling Haaland dan kolega saat bermain di Signal Iduna Park. Berikut 5 alasan Pep Guardiola harus bersiap lebih dini jika masih ingin bersaing di Liga Champions.

    1. Potensi Erling Haaland
    Erling Haaland belum menunjukkan performa terbaiknya di Etihad Stadium. Ia digadang-gadang menjadi pemain bintang di masa depan. Namun, pada pertandingan itu, Kevin de Bruyne mampu menunjukkan kelasnya sebagai gelandang terbaik di Eropa. Pemain asal Belgia itu mampu mengatur lini tengah City, membongkar pertahanan Dortmund, dan mencetak gol pembuka di menit ke-19.

    2. Keuntungan gol tandang Dortmund
    City mungkin bisa tampil dominan di kompetisi domestik, tetapi mereka tidak begitu kuat di Eropa. Guardiola tersingkir di babak perempat final Liga Champions dalam tiga musim terakhir. Gol tandang Marco Reus di menit ke-86 menimbulkan kekhawatiran saat melakoni leg kedua. Dengan hanya menang satu gol, Dortmund bisa lolos ke semifinal.

    3. Kontroversi keputusan wasit pada gol Jude Bellginham
    Kerja wasit Ovidiu Hategan mendapatkan sorotan setelah ia menganulir gol Jude Bellginham. Momen itu berawal saat Ederson, kiper CIty, berusaha menegontrol bola. Pemain berusia 17 tahun itu berhasil mencuri bola sebelum melakukan tendangan ke gawang kosong. Wasit menilai itu pelanggaran. VAR tidak bisa menganulir keputusan wasit karena sebelum bola melewati garis gawang, pluit telah dibunyikan. Situasi ini dianggap lelucon.

    4. Laga kandang leg kedua untuk Dortmund
    Pertandingan melawan Man City adalah pertandingan khusus untuk Haaland. Ayahnya, Alf-Inge, pernah membela The Citizen pada musim 2000-2003. Striker itu tidak dalam performa terbaiknya di Manchester. Ia gagal memanfaatkan beberapa peluang. Beruntung, ia masih memberi umpan kepada Reus untuk dimanfaatkan menjadi sebuah gol tandang yang penting. Bermain di kandang sendiri bisa menjadi cerita berbeda untuk Haaland.

    5. Penampilan Manchester City yang lebih bertahan
    Cara bermain City tampaknya dibangun untuk lebih bertahan daripada menyerang musim ini. Mereka hanya kebobolan sekali di Liga Champions, pada pertandingan pertama penyisihan grup melawan Porto. Gol Reus membantu Dortmun menemukan celah di barisan pertahanan City untuk menembus gawang Ederson.

    BACA JUGA : Liga Champions: 9 Fakta Menarik dari Laga Man City vs Dortmund, Skor 2-1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.