Balapan MotoGP di Mandalika Batal Digelar Tahun Ini, Baru Berlangsung Maret 2022

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara pembangunan lintasan sirkuit pada proyek Mandalika International Street Circuit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Pujut, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Selasa 6 April 2021. Pembangunan sirkuit itu ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Foto udara pembangunan lintasan sirkuit pada proyek Mandalika International Street Circuit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Pujut, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Selasa 6 April 2021. Pembangunan sirkuit itu ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Balapan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara, dipastikan batal terlaksana tahun ini. Balapan baru akan dilakukan pada musim depan, tepatnya Maret 2022.

    Direktur Utama Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar M. Mansoer, menyatakan kunjungan yang dilakukan oleh Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) Grand Prix Safety Officer Franco Uncini, Dorna Race Direction Representative Loris Capirossi, dan Dorna Sports Managing Director Carlos Ezpeleta ke Sirkuit Mandalika memberikan kepastian perihal penyelenggaraan balapan MotoGP itu.

    "Dengan adanya kepastian waktu penyelenggaraan, kami memastikan untuk tetap fokus dalam menyelesaikan pembangunan Mandalika International Street Circuit serta memaksimalkan potensi yang akan diperoleh dari event olahraga kelas dunia ini," ujar Abdulbar, Jumat, 9 April 2021.

    Kunjungan itu dilakukan setelah perwakilan FIM dan Dorna menghadiri TISSOT Grand Prix di Doha. Mereka selanjutnya melakukan inspeksi pra-homologasi di Mandalika International Street Circuit pada Rabu, 7 April 2021
    “Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan FIM dan Dorna ke The Mandalika dan sangat senang bahwa inspeksi teknis telah berjalan dengan baik sesuai dengan yang mereka harapkan," ujar Abdulbar menambahkan.

    Selama proses inspeksi, perwakilan FIM dan Dorna Sports, yang didampingi oleh Abdulbar M. Mansoer dan Chief Executive Officer (CEO) Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Ricky Baheramsjah, mengaku terkesan dengan perkembangan proyek Mandalika International Street Circuit serta standar keamanan yang telah diterapkan.

    Adapun target Mandalika Intenational Street Circuit menjadi tuan rumah kejuaraan dunia World Superbike (WorldSBK), atau disebut secara resmi sebagai FIM MOTUL Superbike, pada 14 November 2021 akan tetap terlaksana. Namun, mengingat masih berlangsungnya pandemi COVID-19, semua pihak sepakat untuk menyelenggarakan ajang pertama FIM MotoGP World Championship Grand Prix atau MotoGP di sirkuit ini pada awal musim depan, yaitu pada bulan Maret 2022.

    Meskipun demikian, apabila MotoGP masih bisa mengadakan seri di Asia Tenggara menjelang akhir tahun 2021, tim MotoGP akan mengupayakan untuk mengadakan tes pra-musim di Mandalika International Street Circuit pada periode tersebut, sebagai persiapan keikutsertaan track Mandalika pada kalender 2022.

    Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Erick Thohir menyampaikan dukungan penyelenggaraan MotoGP di bulan Maret 2022. "Hal ini sejalan dengan program percepatan vaksinasi nasional oleh pemerintah Indonesia. Kami ingin menjamin keselamatan seluruh pengunjung baik dari dalam maupun luar negeri," ujar Erick Thohir.

    Sedangkan, CEO Dorna Carmelo Ezpeleta menyebutkan kunjungannya ke Lombok untuk memastikan proses persiapan Sirkuit Mandalika menggelar MotoGP Musim 2022. "Kami juga meyakini bahwa fans olahraga ini di Indonesia akan datang berbondong-bondong dan balapan di The Mandalika akan menjadi salah satu balapan paling ikonik sepanjang musim depan. Indonesia adalah pasar penting bagi Dorna dan juga seluruh stakeholders kejuaraan MotoGP,” kata CEO Dorna Carmelo Ezpeleta.

    Baca Juga: Cerita Pembalap Pertamina Mandalika Jatuh dalam Balapan Moto2 Doha

    Menjelang kunjungan Dorna dan perwakilan, Pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia menyatakan terdapat indikasi perampasan tanah masyarakat, dalam pengerjaan proyek Mandalika, Nusa Tenggara Barat. United Nations Special Rapporteur atau Pelapor Khusus PBB untuk Kemiskinan Ekstrem dan Hak Asasi Manusia, Olivier De Schutter, mengatakan para petani dan nelayan tergusur dari tanah yang mereka tinggali akibat pembangunan Sirkuit Mandalika.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.