Kejar Tambahan Tiket Olimpiade, PABSI Kirim 7 Lifter ke Kejuaraan Asia

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lifter Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah berlatih di Pelatnas Angkat Besi, Wisma Kwini, Jakarta, Senin, 25 November 2019. TEMPO/Irsyan

    Lifter Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah berlatih di Pelatnas Angkat Besi, Wisma Kwini, Jakarta, Senin, 25 November 2019. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) akan mengirim tujuh lifter untuk Kejuaraan Asia 2021 di Tashkent, Uzbekistan, 18-25 April 2021 mendatang.

    Ketujuh atlet tersebut terdiri dari tiga lifter putri dan empat lifter putra. Lifter putri yang dikirim adalah Windy Cantika Aisyah (49 kg), Juliana Klarisa (55 kg), dan Nurul Akmal (87 kg).

    Sedangkan untuk kategori putra yang dikirim adalah Mohammad Yasin (67 kg), Triyatno (67 kg), Rahmat Erwin Abdullah (73 kg), dan Muhammad Zul Ilmi (89 kg).

    Wakil Ketua Umum PB PABSI, Djoko Pramono mengatakan Kejuaraan Asia 2021 merupakan kualifikasi menuju Olimpiade Tokyo. Ia pun menargetkan kontingen Indonesia mampu menambahkan tiket melalui turnamen tersebut.

    "Kalau target medali tidak jadi fokus, yang paling utama bisa tambah kuota olimpiade, karena kalau dapat tambahan kouta otomatis pasti dapat medali," ujar Djoko saat melepas atlet angkat besi di Wisma Kwini, Jakarta, Senin, 12 April 2021.

    Pada Kejuaraan Asia ini, asa Indonesia pada sektor putra berada pada Triyatno dan Rahmat Erwin Abdullah. Mereka diharapkan mampu meraih tiket Olimpiade. Sedangkan di bagian putri, Windy Cantika Aisyah dan Nurul Akmal menjadi harapan PB PABSI.

    Jika Windy Cantika mampu mempertahankan total angkatan 190 kg, maka dia bertahan di 8 besar dunia. Untuk Nurul Akmal harus mampu meraih total angkatan di atas 260 kg, sehingga mampu menembus limit lifter Asia yang lolos ke Olimpiade Tokyo.

    Adapun di bagian angakt besi putra, Triyatno yang biasanya tampil di 73 kg putra akan turun di kelas 67 kg putra. Ini agar dirinya bisa lolos bersama dengan Rahmat Erwin Abdullah.

    IRSYAN HASYIM

    Baca Juga: Proposal Perizinan Liga 1 dan Liga 2 Akan Diajukan Pertengahan April 2021


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.