Fakta Hideki Matsuyama, Juara Masters yang Dipuji Joe Biden Memakai Kata Rasis

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hideki Matsuyama saat menjuarai Turnamen Masters 2021. (instagram/@hidekimatsuyama1)

    Hideki Matsuyama saat menjuarai Turnamen Masters 2021. (instagram/@hidekimatsuyama1)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pegolf Hideki Matsuyama menjadi pusat perhatian. Tak hanya karena keberhasilannya menjuarai turnamen Masters pada pekan lalu, tapi juga karena ucapan Presiden Amerika Serikat Joe Biden tentangnya yang dinilai rasis.

    Hideki Matsuyama, 29 tahun, menjuarai turnamen Masters --salah satu dari empat turnamen kelas utama (major) di dunia-- di Augusta, Georgia, pada 11 April 2021. Saat itu, ia menorehkan total pukulan 278 (-10), unggul satu pukulan dari runner-up Will Zalatoris.

    Matsuyama menjadi pegolf Jepang pertama, juga menjadi atlet kelahiran Asia pertama, yang berhasil memenangi turnamen bergengsi ini.

    Presiden AS, Joe Biden, ikut memujinya saat bicara dalam konferensi pers di Rose Garden dengan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, Jumat lalu. Namun, pujian itu menjadi masalah karena Biden dianggap rasis dengan menggunakan frase "Japanese boy" (Bocah Jepang) untuk menyebut Matsuyama.

    “Yoshi, saya tahu betapa bangganya Anda, juga orang-orang Jepang, ada Bocah Jepang yang datang ke sini dan berhasil memenangi Masters. Dia memenangi Masters dan meraih jaket hijau,” kata Biden, seperti dikutip New York Post.

    “Dan Matsuyama adalah pegolf Jepang pertama yang membawa pulang jaket hijau itu di turnamen Masters minggu ini. Jadi izinkan saya mengucapkan selamat kepada Jepang juga atas prestasi itu."

    Istilah 'bocah Jepang' itu kemudian menjadi viral di media sosial. Sejumlah warganet menuding Biden telah memakai istilah yang rasis.

    Terlepas dari kontroversi ucapan Biden ini, Hideki Matsuyama akan dikenang sebagai sosok bersejarah bagi gol Jepang dan Asia. Siapa sebenarnya dia? Simak sejumlah fakta tentangnya:

    • Dia lahir di Matsuyama, Ehime, Jepang, pada 25 Februari 1992. Dia diperkenalkan dengan olahraga golf pada usia empat tahun, oleh ayahnya. Ketika belajar di kelas delapan, ia pindah ke SMP & SMA Meitoku Gijuku di Prefektur Kochi, untuk mencari lingkungan golf yang lebih baik.

    • Ketika belajar di Universitas Tohoku Fukushi, di Sendai, ia menjuarai Kejuaraan Amatir Asia 2010. Hal itu membuatnya berhak tampil sebagai amatir di Turnamen Masters 2011, menjadi amatir Jepang pertama yang melakukannya. Dia kemudian memenangi Piala Perak, yang diberikan kepada amatir dengan skor terendah.

    • Sebagai amatir, ia mengumpulkan tiga gelar bergengsi dan sempat menduduki rangking pertama dunia pada Agustus 2012.

    • Ia mulai terjun ke profesional pada 2013 dan mampu menjadi juara pada turnamen keduanya, yakni Tsuruya Open 2013, yang merupakan bagian dari Japan Golf Tour.

    • Hingga kini ia sudah mengumpulkan 15 gelar juara sebagai profesional, yakni 6 gelar PGA Tour, 8 gelar Japan Tour, serta satu gelar Hero World Challenge 2016.

    • Turnamen Masters 2021 menjadi gelar turnamen Major pertamanya. Ia tak pernah absen mengikuti empat turnamen utama dunia itu (termasuk US Open, The Open Championship, dan PGA Championship) sejak menjadi profesional. Sebelumnya torehan terbaiknya adalah menempati posisi kedua bersama (T2) US Open 2017 dan posisi keempat bersama (T4) PGA Championship 2014.

    • Ia menikah dengan Mei pada 2017. Pasangan ini dikaruniai satu putri, Kanna, yang kini berusia tiga tahun.

    • Hideki Matsuyama kini menjadi harapan Jepang untuk merebut medali emas Olimpaide Tokyo yang digelar tahun ini. "Saya akan berusaha agar tidak cedera sebelum itu. Target saya adalah emas," kata dia.

    NEW YORK POST | NEWS24

    Baca Juga: Fakta Baru Soal Kecelakaan Tiger Woods Diungkapkan Sheriff 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.