Polemik European Super League, Ada Debat Gary Neville vs Jurgen Klopp

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. REUTERS/Albert Gea

    Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Jakarta - Jurgen Klopp dan Gary Neville terlibat dalam perdebatan soal polemik European Super League atau Liga Super Eropa. Perdebatan itu terjadi setelah Liverpool bermain imbang 1-1 dengan Leeds United pada Senin, 19 April 2021.

    Liverpool adalah satu dari enam klub Liga Primer Inggris yang mendukung lahirnya European Super League. Sebelum pertandingan, Liverpool mendapatkan sindiran tajam dari para pemain Leeds yang mengenakan baju bertuliskan, "Football is for the Fans". Liverpool tergabung dalam 12 pendiri kompetisi yang dianggap bakal mengubah bentuk sepak bola Inggris dan Eropa tersebut.

    Pundit sepak bola dari Sky Sports, Gary Neville, jelas mengecam rencana itu. Ia mengungkapkan rasa muaknya pada Liverpool dan mantan klubnya, Manchester United. Menurut dia, keputusan pemilik klub Liverpool untuk bergabung sebagai pendiri Liga Super Eropa membuat himne klub Kota Merseyside berjudul "You'll Never Walk Alone" tidak lagi relevan.

    Jurgen Klopp, pelatih Liverpool, tersinggung dengan pernyataan Neville. Dalam wawancara pasca-pertandingan di Elland Road, dikutip dari Talksport, Klopp mengatakan, "Gary Neville berbicara tentang 'You’ll Never Walk Alone', yang sebenarnya itu terlarang untuknya. Jujur saja."

    “Kami memiliki hak untuk menyanyikan lagu itu. Itu lagu himne kami, bukan miliknya. Saya benar-benar tidak menginginkan hal-hal ini karena ini tidak adil. Saya memahami semua pembicaraan yang ada saat ini dan saya juga tidak menyukainya, tetapi sekarang saya tidak berbicara tentang klub lain karena Anda bisa menjadi sangat emosional."

    Gary Neville. (instagram/@gneville2)

    Klopp pun berharap Gary Neville berada di kursi panas di mana terjadi perputaran uang paling banyak dalam sepak bola. Menurut dia, polemik Liga Super Eropa tidak ada kaitan sama sekali dengan para pemainnya. “Jadi jangan lupa, kami tidak ada hubungannya dengan ini. Kami berada dalam situasi yang sama sepertinya, kami mendapat informasi ini dan kami masih harus bermain sepak bola.”

    Gary Neville mempertanyakan pembelaan Klopp. Meski tidak berkaitan, menurut dia, keputusan membuat Liga Super membuat Klopp sudah terdepak dari klubnya. “Kenapa tidak adil? Saya telah memberikan cukup banyak penghinaan kepada Liverpool selama bertahun-tahun, tetapi masalah ini tidak ada hubungannya dengan hinaan terhadap Liverpool."

    Bagi Neville, kemunculan rencana untuk membentuk European Super League adalah kekecewaan terbesarnya untuk Liverpool dan Manchester United. “Saya pikir saya telah mengungkapkan cukup banyak kritik ke kedua klub dalam 24 jam terakhir, jadi saya tidak tahu lagi apa masalahnya," katanya.

    Meski begitu, mantan pemain timnas Inggris tersebut menyebut bahwa Klopp melakukan pekerjaan yang hebat di Liverpool. ia juga tidak punya masalah dengan mantan pelatih Borussia Dortmund itu. “Dia telah dikecewakan oleh pemiliknya dan kami berada di posisi yang sama," ujar Neville.

    “Kami mengenal Jurgen Klopp dan dia membenci setiap hal kecil tentang ini lebih dari yang saya lakukan. Itu jelas bertentangan dengan segala prinsip dalam hidup yang dia yakini. Kini, dia telah dikecewakan, begitu pula para pemain di Liverpool," kata Gary Neville.

    BACA JUGA : Liga Super Eropa, Klopp Berharap Suporter Tak Arahkan Kemarahan ke Pemain


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.