Tottenham Hotspur Tunjuk Ryan Mason Gantikan Jose Mourinho Sampai Akhir Musim

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ryan Mason ditunjuk sebagai pelatih sementara Tottenham Hotspur. Credit. Instagram @ryan8mason.

    Ryan Mason ditunjuk sebagai pelatih sementara Tottenham Hotspur. Credit. Instagram @ryan8mason.

    TEMPO.CO, JakartaTottenham Hotspur menunjuk Ryan Mason untuk menggantikan posisi Jose Mourinho sebagai pelatih kepala sementara hingga akhir musim. Pesepakbola 29 tahun itu akan memimpin Hary Kane dan kolega menghadapi Manchester City di final Piala Liga di Stadion Wembley, akhir pekan ini.

    Mantan gelandang Spurs itu pensiun dari sepak bola pada Februari 2018 setelah mengalami patah tulang tengkorak saat bermain untuk Hull City setahun sebelumnya. Dia kembali ke Tottenham sebagai pelatih akademi pada musim panas 2019.

    Selain final Piala Liga, Ryan Mason akan menjadi manajer dalam enam pertandingan terakhir Liga Primer Inggris. “Kami memiliki kepercayaan besar pada pemain berbakat ini," kata Chairman Tottenham Hotpur Daniel Levy dikutip dari Talksport, Selasa, 20 April 2021.

    “Kami memiliki final piala liga dan enam pertandingan Liga Primer di depan kami dan kami sekarang akan memfokuskan semua energi kami untuk mencapai penyelesaian yang kuat untuk musim ini,” ujar dia. Mason akan dibantu oleh Chris Powell, kepala pelatih akademi Spurs dan mantan bos Charlton Atletic, serta Nigel Gibbs, Ledley King dan pelatih kiper Michel Vorm.

    Pertandingan pertama Mason adalah pertandingan Liga Primer Inggris melawan Southampton pada hari Rabu, 21 April 2021. Setelah itu, ia berpeluang mengakhiri paceklik trofi selama 13 tahun klub asal London tersebut. Ia akan menggantikan Jose Mourinho yang menjabat sebagai manajer selama 17 bulan.

    Mantan striker Tottenham Darren Bent mendukung Ryan Mason untuk menjadi pelatih sementara tim utama. “Ryan Mason akan melakukan pekerjaan dengan baik. Saya sangat mengenal Ryan. Dia sangat termotivasi. Setiap kali dia mengadakan rapat dengan manajer untuk membicarakan tentang apa yang ingin dia lakukan di masa depan, mereka terkesan olehnya."

    “Dia tidak akan kagum dengan beberapa karakter seperti Harry Kane. Para pemain mengenalinya. Dia bermain untuk Inggris. Jadi tidak ada alasan mengapa dia tidak bisa masuk ke ruang ganti, mendapat rasa hormat, dan melakukan pekerjaan dengan baik," ujar Bent.

    Baca juga : Kandidat Pengganti Jose Mourinho, Ada Julian Nagelsmann Hingga Steven Gerrard


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.