European Super League Mulai Kendur, UEFA Minta Semua Klub Kembali Bersatu

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden UEFA, Aleksander Ceferin. REUTERS/Yves Herman

    Presiden UEFA, Aleksander Ceferin. REUTERS/Yves Herman

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden UEFA Aleksander Ceferin ingin membangun kembali persatuan di dalam badan sepak bola Eropa tersebut setelah polemik pembentukan European Super League. Menurut dia, persatuan diperlukan setelah sejumlah klub pendiri mundur dari  rencana pembentukan Liga Super Eropa tersebut.

    Setelah penarikan diri yang dilakukan oleh Manchester City, Manchester United, Liverpool, Arsenal, Chelsea dan Tottenham Hotspur, kini hanya menyisakan enam tim Spanyol dan Italia yang terlibat.

    “Kemarin, saya merasa kagum karena bisa mengakui kesalahan, dan klub-klub tersebut malah justru membuat kesalahan baru yang teramat besar,” kata Ceferin dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP, Rabu, 21 April 2021.

    “Tapi sekarang mereka sudah kembali, dan saya tahu klub-klub itu mempunyai banyak banyak hal untuk ditawarkan, tidak hanya untuk kompetisi kami, tetapi juga untuk keseluruhan pertandingan Eropa.”

    “Yang penting sekarang adalah kita maju, membangun kembali persatuan, seperti yang kita nikmati dalam permainan-permainan sebelumnya, dan bergerak maju bersama,” kata Ceferin.

    Penarikan tersebut menyusul reaksi marah dari para penggemar, pejabat dan politisi, yang mengklaim Liga Super Eropa serakah dan anti-kompetitif. Musababnya, di liga itu, setiap tim sudah dijamin mendapatkan tempat atau slot setiap tahun.

    BACA JUGA : Imbas European Super League, Legenda Arsenal Minta Stan Kroenke Mundur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.