FIBA Asia Cup 2021, Panitia Susun Panduan Protokol Kesehatan Secara Ketat

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebasket Tim Nasional Indonesia Abraham Damar Grahita tertunduk usai melawan Tim Nasional Filipina dalam kualifikasi FIBA Asia Cup 2021 grup A di Mahaka Arena, Jakarta, Ahad, 23 Februari 2020. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Pebasket Tim Nasional Indonesia Abraham Damar Grahita tertunduk usai melawan Tim Nasional Filipina dalam kualifikasi FIBA Asia Cup 2021 grup A di Mahaka Arena, Jakarta, Ahad, 23 Februari 2020. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia pelaksana FIBA Asia Cup 2021 berfokus mempersiapkan panduan protokol kesehatan yang aman untuk kejuaraan bola basket bergengsi Asia itu di Jakarta pada 19-27 Agustus. Ketua Panitia Pelaksana FIBA Asia Cup 2021 Junas Miradiarsyah mengatakan panduan protokol itu penting karena ajang tersebut menjadi pentas olahraga internasional perdana yang digelar di Indonesia dalam situasi pandemi Covid-19.

    “Saya ingin tekankan kepada seluruh panpel agar kita menggelar turnamen yang diikuti 16 negara Asia ini dengan aman dan memenuhi protokol kesehatan yang ditetapkan negara dan FIBA,” kata Junas dalam keterangan tertulis pada Kamis, 22 April 2021

    Ia melanjutkan, “Kami bisa melakukan itu, tak hanya sukses penyelenggaraan yang bisa diraih, tapi kita juga berhasil mempromosikan kepada dunia bahwa penanganan COVID-19 di Indonesia berjalan baik." 

    Junas pun telah meminta kepada lima bidang yang membidani kepanitiaan FIBA Asia Cup 202I untuk membuat skema protokol kesehatan di setiap tahapan kegiatan. Lima bidang itu adalah administrasi, keuangan, operasional, komunikasi, dan marketing-komersial. 

    Junas memastikan bahwa penerapan protokol kesehatan dijalankan di setiap kegiatan. Untuk bidang operasional misalnya, panitia harus memantau para pemain mulai dari setibanya di bandara, menaiki bus ke hotel hingga pada saat latihan maupun bertanding. Semua harus melewati tahapan yang ketat.

    Junas mengakui bahwa menggelar kompetisi di tengah situasi pandemi tidak mudah. Apalagi FIBA mempunyai kriteria sendiri dalam penyelenggaraan FIBA Asia Cup 2021 ini, seperti venue kompetisi yang berkelas, standar dunia dalam pelayanan dan fasilitas bagi peserta, standar tinggi dalam infrastruktur teknologi dan komunikasi, serta memuaskan seluruh kontingen.

    Meski demikian, Junas optimistis FIBA Asia Cup 2021 bisa mengulang kesuksesan Asian Games 2018 lalu. “Kami harus optimistis. Pertama, dukungan total yang diberikan pemerintah. Kedua, pecinta olahraga nasional lagi bergairah lagi setelah hampir dua tahun vakum dari kegiatan olahraga. Ketiga, kita harus bangkit dan menunjukkan Indonesia mampu dan bisa sukses menjadi tuan rumah yang baik," ujar Junas. menegaskan.

    BACA JUGA: Dukung FIBA Asia Cup 2021, Erick Thohir Minta Sektor Swasta Terlibat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.