UEFA Dikabarkan Panggil Semua Presiden Klub Liga Super Eropa, Kecuali Agnelli

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo UEFA. REUTERS/Denis Balibouse

    Logo UEFA. REUTERS/Denis Balibouse

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden UEFA Aleksander Ceferin dilaporkan telah memanggil semua presiden klub yang terlibat dalam rencana European Super League atau Liga Super Eropa. Namun, Presiden Juventus Andrea Agnelli dikabarkan mendapat pengecualian. Ia tidak mendapatkan panggilan serupa dari UEFA.

    Hubungan Caferin dan Agnelli memang memanas. Laki-laki asal Slovenia itu sempat berbicara dengan Agnelli soal rencana pembentukan Liga Super Eropa. Pada Sabtu lalu, Agnelli memastikan bahwa rencana itu hanya rumor. Namun, yang terjadi kebalikan. Sebanyak 12 klub mendeklarasikan berdirinya Liga Super Eropa sehari setelahnya. Juventus dan Agnelli menjadi salah satu pendirinya.

    Dilaporkan Corriere della Sera, Caferin, yang juga ayah baptis salah satu putri Agnelli, memanggil semua pemilik klub yang berpartisipasi dalam Liga Super. Namun, menurut laporan itu, Agnelli disebut tidak pernah dihubungi oleh Presiden UEFA tentang rencana itu. Laporan itu mengungkapkan ketegangan Caferin dan Agnelli.

    BACA JUGA : Presiden UEFA Kritik Florentino Perez: Dia Bukan Presiden Apa-apa

    Sementara itu, Presiden Bayern Munchen Karl-Heinz Rummenigge mengatakan siap menjadi mediator untuk membantu memulihkan kebahagiaan, harmoni dan kesetiaan dalam sepak bola. Ia memastikan Die Roten tidak pernah menjadi bagian dari Liga Super Eropa yang memisahkan diri dari UEFA. "Bayern atau Rummenigge tidak menang, tapi sepak bola yang harus dimenangkan," kata dia kepada Tuttosport.

    Ia mengaku telah diminta untuk menjadi mediator di antara 12 klub yang mendirikan Liga Super Eropa. Ia akan memediasi klub-klub tersebut dengan badan sepak bola Eropa, UEFA. "Saya dikenal sebagai orang yang suka berdialog dan bukan suka berperang," kata Rummenigge dikutip dari Football Italia. “Jadi Presiden UEFA, Ceferin, meminta saya membantunya untuk memecahkan masalah yang sangat sulit bagi dunia sepak bola.”

    "Saya berusia 65 tahun dan saya telah melihat banyak hal dalam hidup saya. Ini bukan hari yang mudah, tapi yang penting ceritanya sudah selesai. Apa yang terjadi tidak menyenangkan semua orang, bahkan mereka yang melahirkan Liga Super," ujar Rummenigge yang telah bertemu dengan CEO Manchester City Ferran Soriano.

    Setelah Manchester City, kata dia, sejumlah klub mengakui kesalahannya. Kini, Rummenigge mengungkap keinginan untuk membawa kembali kebahagiaan, harmoni, dan kesetiaanke sepak bola. “Kita tunggu badai reda, baru fokus dialog. Presiden Ceferin telah meyakinkan saya dalam beberapa jam terakhir bahwa dia tidak berniat menutup pintu di hadapan siapa pun."

    CEO Bayern Munchen itu juga yakin hal yang sama juga berlaku untuk Presiden Juventus Andrea Agnelli. "Saya tidak tahu apakah perdamaian di antara keduanya akan mungkin tercapai," kata Rummenigge. “Ceferin sangat kecewa, tapi saya akan memahami alasa Andrea berperilaku seperti itu. Dengan dialog kita semua akan mencari jalan keluar bersama."

    BACA JUGA : Presiden Juventus Andrea Agnelli Masih Yakin Proyek Liga Super Eropa, tapi...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.