Berlatih Mandiri Jelang Olimpiade Tokyo, Eko Yuli Irawan Alami Kemajuan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan. (Antara)

    Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan. (Antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Lifter senior Eko Yuli Irawan menunjukkan kemajuan pada tes internal yang dilakukan secara mandiri di salah satu pusat kebugaran di Jakarta, Jumat.

    Kemajuan tersebut menjadi modal bagus bagi Eko yang turun di kelas 61 kg itu sebagai persiapan tiga bulan menjelang Olimpiade Tokyo yang bakal digelar pada 23 Juli-8 Agustus mendatang.

    Eko, yang sudah sejak awal tahun ini berlatih secara terpisah dari pelatnas angkat besi, mampu mencatatkan total angkatan 307 kg, dengan rincian snatch 135 kg dan clean and jerk 172 kg.

    Hasil tersebut menunjukkan peningkatan dari hasil tes internal pada Maret lalu ketika lifter berusia 31 tahun itu membukukan total angkatan 300 kg dengan snatch 135 kg dan clean and jerk 165 kg.

    “Angkatan yang sekarang lebih baik daripada bulan lalu karena saya mulai tes (angkatan) maksimalnya dari bulan Maret,” kata Eko Yuli saat dihubungi, Sabtu.

    “Pada Januari dan Februari fokus pemulihan power dan pembenahan tekniknya dulu,” sambung dia.

    Eko Yuli Irawan berjanji akan berusaha maksimal memenuhi komitmennya untuk membawa pulang medali emas dari Olimpiade Tokyo setelah pada tiga edisi sebelumnya, ia hanya mampu merebut medali perunggu pada Olimpiade 2008 Beijing dan Olimpiade 2012 London, serta medali perak pada Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.

    Setelah memutuskan latihan terpisah dari pelatnas, Eko hingga kini masih menunggu kehadiran pelatih Lukman dari Thailand untuk mendampinginya dalam persiapan menuju Tokyo.

    Eko menjadi salah satu wakil Indonesia yang sudah memastikan tiket berlaga di Olimpiade Tokyo.

    Berdasarkan catatan Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) pada 1 Mei, Eko Yuli Irawan menempati peringkat dua klasemen “Road to Tokyo” dengan 4.162.7503 poin dengan total angkatan terbaik 317 kg, yang dibukukannya pada 2018 IWF World Championship di Ashgabat, Turkmenistan.

    Baca Juga: Marc Marquez Alami Kecelakaan di FP3 MotoGP Spanyol


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.