Ide Pemotongan Kuota Pemain Asing Liga 1 Muncul Lalu Diabaikan Rapat Exco PSSI

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo PSSI. (pssi.org)

    Logo PSSI. (pssi.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasani Abdulgani, mengatakan selain melakukan pembahasan soal penghapusan degradasi, rapat Exco PSSI pada 3 Mei 2021 juga sempat membahas kouta pemain asing untuk Liga 1 musim ini.

    Hasani membenarkan sempat ada ide untuk memangkas jumlah legiun asing di Liga 1. "Waktu di final Piala Menpora, sempat ada obrolan saat mau berbuka puasa soal itu. Lalu dibahas di rapat Exco PSSI. Sebab, kabar ini sempat muncul di media," kata Hasani Andulgani saat dihubungi Senin, 10 Mei 2021. 

    Namun, kata Hasani, Exco PSSI memutuskan untuk mengabaikan rencana tersebut. "Rata-rata anggota Exco mengatakan, ya sudah lah, untuk apa diubah-ubah. Biarkan dengan kondisi yang ada yaitu 3+1. Jadi kami tak perdebatkan, kemungkinan tidak ada perubahan," ujar Hasani.

    Sebelumnya, sejumlah pihak menentang kemungkinan kuota pemain asing di Liga 1 dikurangi. Berbagai faktor menjadi landasan untuk menentang rencana tersebut. Madura United menganggap klub bakal merugi jika jumlah pemain asing dipotong.

    "Ini yang mungkin menjadi repotnya untuk tim kami. Sekarang, kami sudah mempunyai empat pemain asing. Ini baru usulan, bukan keputusan. Bagaimana dengan klub yang sudah terlanjur memiliki empat pemain asing kami rasa agar diberi keputusan mengenai hal ini," kata pelatih Madura United, Rahmad Darmawan.

    Sebelumnya ada 13 klub Liga 1 2021 yang meminta kompetisi digelar tanpa degradasi. Usulan itu sudah disampaikan ke PSSI dan dibahas dalam rapat Exco PSSI beberapa waktu lalu. Nantinya keputusan akan diumumkan saat Kongres Tahunan PSSI di Jakarta pada 29 Mei 2021.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.