Jepang Darurat Covid-19, Ketua KOI Berharap Olimpiade Tokyo Tetap Digelar

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari berpose di kantornya di Senayan, Jakarta, Kamis 16 Juli 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari berpose di kantornya di Senayan, Jakarta, Kamis 16 Juli 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) berharap Olimpiade Tokyo bisa tetap digelar sesuai jadwal pada 23 Juli-8 Agustus meski Jepang saat ini masih berjuang menekan laju kasus COVID-19 di negaranya.

    Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari mengatakan Olimpiade di Tokyo menjadi penting, bukan hanya sebagai gelanggang para atlet untuk bertanding dan meraih prestasi, tetapi juga ajang promosi pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032.

    “Pasti kami ingin (Olimpiade) tetap digelar apalagi kami mau menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Kalau sampai ada pembatalan tentu konsekuensi dan kerugiannya akan berat sekali bagi Jepang,” ungkap Oktohari saat dihubungi Antara di Jakarta, Selasa.

    Pria yang akrab disapa Okto itu juga menegaskan Kontingen Merah Putih akan tetap mempersiapkan diri menuju pesta olahraga empat tahunan tersebut selama belum ada pernyataan resmi dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) perihal pembatalan. 

    ADVERTISEMENT

    Dia menambahkan keputusan penyelenggara terkait larangan kehadiran penonton, baik asing maupun lokal, tak akan menjadi masalah. Okto percaya dengan panduan protokol kesehatan yang dipersiapkan panitia demi pelaksanaan Olimpiade yang aman dan terjamin.

    “Penonton itu masalah satu hal. Yang terpenting adalah pertandingannya itu sendiri karena itulah yang membuatnya menjadi ajang Olimpiade,” kata Okto.

    Nasib Olimpiade 2020 Tokyo kian diragukan di tengah desakan publik Jepang yang ingin agar pesta olahraga tersebut dibatalkan.

    Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga juga telah memperpanjang status darurat di Tokyo hingga akhir Mei dan sedang berjuang untuk menahan lonjakan kasus COVID-19, yang semakin menimbulkan pertanyaan lebih lanjut tentang apakah Olimpiade harus dilanjutkan.

    Namun IOC, panitia pelaksana Tokyo 2020 dan Suga telah menegaskan Olimpiade akan berlanjut dengan cara yang aman dan terjamin.

    Panitia pelaksana bahkan telah menerbitkan panduan protokol kesehatan selama Olimpiade, seperti kewajiban tes COVID-19 sebanyak dua kali sebelum keberangkatan hingga tes berkala selama penyelenggaraan berlangsung.

    Beberapa ajang uji coba Olimpiade sebetulnya sudah terselenggara dengan sukses. Yang terbaru adalah uji coba cabang atletik di New National Stadium pada Minggu (9 April).

    Selama penyelenggaraan uji coba Olimpiade berlangsung, para atlet wajib mengikuti tes COVID-19 setiap hari, dan mereka juga ditempatkan di dalam gelembung serta tidak diperkenankan ke luar kecuali menuju stadion. 

    Baca Juga: Tim Dayung Putri Indonesia Raih Tiket Olimpiade


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.