Kata Raffi Ahmad Soal Liga 1 dan Liga 2 yang Diputuskan Pakai Promosi-Degradasi

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raffi Ahmad (tengah) menerima jersey dari Yudhi Apriyanto, Presiden Cilegon United FC, dalam peresmian akusisi klub sepak bola tersebut menjadi RANS Cilegon FC, Rabu, 31 Maret 2021. (ANTARA/Arindra Meodia)

    Raffi Ahmad (tengah) menerima jersey dari Yudhi Apriyanto, Presiden Cilegon United FC, dalam peresmian akusisi klub sepak bola tersebut menjadi RANS Cilegon FC, Rabu, 31 Maret 2021. (ANTARA/Arindra Meodia)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemilik Klub Liga 2 RANS Cilegon FC, Raffi Ahmad, menyerahkan kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) perihal keputusan adanya promosi dan degradasi di Liga 1 dan Liga 2 musim 2021-2022.

    "Kami semua keputusan diserahkan ke federasi (PSSI), Sabtu (29 Mei 2021) juga ada Kongres (PSSI), kita lihat keputusannya," ujar Raffi Ahmad dalam konferensi pers usai bertemu Menpora Zainudin Amali, Jakarta, Kamis 27 Mei 2021.

    Sebelumnya, PSSI memutuskan kembali mengadakan sistem promosi dan degradasi Liga 1 dan Liga 2 2021-2022. Sebelumnya PSSI menghapus sistem tersebut karena pertimbangan kompetisi digelar di masa pandemi Covid-19.

    Namun, PSSI akhirnya memutuskan kembali mengadakan sistem itu usai mengadakan rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Rabu 26 Mei 2021. Keputusan itu pun berdasarkan diskusi PSSI dengan FIFA dan PT LIB.

    Dengan adanya promosi dan degradasi, Raffi menegaskan RANS Cilegon FC akan berusaha memberikan yang terbaik. Apalagi klub Liga 2 itu tentunya ingin naik kasta ke Liga 1.

    "Kami akan berusaha lakukan yang terbaik untuk hasil paling terbaik. Apa pun kami legowo, aturan kita serahkan di Kongres, keputusan federasi," ujar suami artis Nagita Slavina ini.

    Sementara, Menpora Zainudin Amali juga mendukung keputusan diadakannya kembali promosi dan degradasi. Menurutnya, sistem tersebut perlu diterapkan karena Liga 1 dan Liga 2 berformat kompetisi, bukan turnamen.

    "PSSI sudah memutuskan akan tetap ada promosi dan degradasi. Saya dukung karena ini kompetisi bukan turnamen," ujar Amali.

    Kemenpora, kata dia, bakal mendukung keputusan yang telah ditetapkan oleh PSSI. "Dan tentu orang akan berusaha bagaimana mempertahankan tim yang di bawah bisa naik dan yang di atas tetap di atas. Kami mendukung keputusan PSSI," ujar Menpora.

    IRSYAN HASYIM

    Baca Juga: Persiraja Banda Aceh Datangkan 4 Pemain Asing


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.