Data - Fakta Final Basket IBL 2021: Pelita Jaya Bakrie vs Satria Muda Pertamina

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi babak final IBL 2021 antara Pelita Jaya Bakrie Jakarta melawan Satria Muda Pertamina Jakarta. (ANTARA/Gilang Galiartha)

    Ilustrasi babak final IBL 2021 antara Pelita Jaya Bakrie Jakarta melawan Satria Muda Pertamina Jakarta. (ANTARA/Gilang Galiartha)

    TEMPO.CO, Jakarta Pelita Jaya Bakrie Jakarta akan menghadapi Satria Muda Pertamina Jakarta dalam final Liga Bola Basket Indonesia (Basket IBL) 2021. Final musim ini kembali menggunakan format best-of-three atau pemenang akan dinobatkan untuk tim yang memenangi dua game.

    Seperti rangkaian playoff IBL lainnya musim ini, babak final akan dimainkan di Mahaka Square Arena, Jakarta, yang kebetulan merupakan markas dari Satria Muda. Game pertama dijadwalkan berlangsung Kamis, 3 Juni 2021. Game kedua akan berlangsung sehari kemudian. Jika belum ada tim yang memenangi dua laga, maka game ketiga akan dimainkan pada Minggu, 6 Juni.

    Berikut data dan fakta final IBL 2021 antara Pelita Jaya vs Satria Muda:
    - Sejak liga bola basket Indonesia memasuki era profesional pada 2003, Satria Muda sudah mengoleksi sembilan gelar juara, sedangkan Pelita Jaya satu kali juara. 

    - Kedua tim sama-sama tampil dalam empat dari lima edisi final terakhir liga, termasuk edisi pemungkas era NBL pada 2014/15 minus IBL tahun lalu yang tidak rampung karena pandemi COVID-19, di mana Satria Muda meraih dua trofi juara dan Pelita Jaya Bakrie Jakarta sekali.

    - Ini akan menjadi pertemuan keempat bagi kedua tim di final liga, sejak era Kobatama, yang semuanya terjadi dalam tujuh musim terakhir.

    - Dari tiga final sebelumnya itu, Satria Muda menang dua kali dan Pelita Jaya sekali.

    - Kedua tim sama-sama memimpin klasemen akhir divisi masing-masing. Satria Muda dengan catatan 14 kemenangan dan dua kekalahan (14-2) di Divisi Putih dan Pelita Jaya (15-1) di Divisi Merah.

    - Satu-satunya kekalahan Pelita Jaya musim ini datang dari pertandingan melawan Satria Muda yang berkedudukan 54-67 dalam Seri II musim reguler di gelembung Robinson Resort, Bogor, pada 23 Maret.

    - Hasil fase reguler itu membuat Satria Muda mengungguli Pelita Jaya 3-2 dalam catatan lima pertemuan terakhir, termasuk di dua musim sebelumnya saat IBL masih memperbolehkan penggunaan pemain asing.

    - Kedua tim melangkah ke final dengan relatif mudah setelah mengalahkan lawan masing-masing dua gim langsung, yakni Pelita Jaya atas Louvre Dewa United Surabaya dan Satria Muda atas West Bandits Solo.

    - Kapten Pelita Jaya, Andakara Prastawa Dhyaksa, merupakan pemimpin daftar top steal IBL 2021 dengan rataan 2,41 steal per game.

    - Pelita Jaya musim ini punya empat pemain yang mencapai rataan dua digit poin per game (ppg), yakni Agassi Goantara dengan 13,78 ppg, Prastawa 13,24 ppg, Reggie William Mononimbar 11,89 ppg dan Muhammad Hardian Wicaksono 10,89 ppg.

    - Di kubu Satria Muda, hanya dua pemain yang mencapai rataan dua digit ppg, yakni kapten Arki Dikania Wisnu dengan 13,33 ppg dan Juan Laurent Kokodiputra 10,22 ppg.

    - Pelita Jaya tampil lebih agresif ketika menggalang pertahanan lewat keberanian mereka memotong bola-bola lawan, tercatat dengan raihan 208 steal sepanjang musim, 53 kali lebih banyak dibandingkan Satria Muda.

    - Secara total rebound Pelita Jaya unggul dengan 741 buah atau dua buah lebih banyak dibandingkan Satria Muda. Sedangkan jumlah blok Satria Muda mencatatkan 60 kali, atau 10 kali lebih banyak dari Pelita Jaya. Dua statistik itu cukup memperlihatkan kekuatan Satria Muda dalam mengawal paint area-nya sendiri.

    - Pelatih kedua tim, Milos Pejic di Satria Muda dan Octaviarro "Ocky" Tamtelahitu di Pelita Jaya, sama-sama masuk dalam kandidat Pelatih Terbaik Basket IBL 2021 tetapi kalah saing dari pelatih KAI Bima Perkasa Jogja David Singleton. 

    Baca juga : IBL Award 2021: Jamarr Andre Johnson Terpilih Jadi MVP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.