Hari Sepeda Dunia: Simak 10 Manfaat dan Tips Aman Bersepeda Selama Pandemi

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga bersepeda di kawasan MH Thamrin, Jakarta, Ahad, 30 Mei 2021. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan jalur khusus untuk sepeda balap (road bike). TEMPO/M Taufan Rengganis

    Warga bersepeda di kawasan MH Thamrin, Jakarta, Ahad, 30 Mei 2021. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan jalur khusus untuk sepeda balap (road bike). TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Peringatan Hari Sepeda Dunia 2021 pada 3 Juni ini ditetapkan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) berdasarkan pertimbangan pentingnya olahraga bersepeda bagi kesehatan dan kebugaran seseorang. Ditetapkan sejak April 2018, bersepeda bisa menjadi salah satu pilihan kegiatan atau gaya hidup untuk tetap aktif di tengah pandemi Covid-19.

    Agar bisa melakukan kegiatan ini secara aman, para pakar kesehatan mengingatkan perlu tetap menerapkan protokol kesehatan terutama mengenakan masker dan menjaga jarak selama bersepeda. Dari sisi manfaat, kegiatan jenis aktivitas aerobik ini memiliki sederet manfaat untuk kesehatan dan kebugaran Anda.

    Berikut sejumlah manfaatnya seperti dikutip dari Medical News Today, Kamis, 3 Mei 2021.

    1. Kesehatan kardiovaskular
    Banyak peneliti mencatat, bersepeda dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung. Sebuah studi pada tahun 2017, misalnya, menunjukkan orang yang bersepeda ke tempat kerja meningkat fungsi kardiovaskularnya. Mereka yang bersepeda juga berisiko 46 persen lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular dan 52 persen lebih rendah meninggal akibat kondisi tersebut. Hasil penelitian juga menunjukkan, selain meningkatkan kesehatan jantung, bersepeda juga dapat mengurangi risiko terkena kanker.

    ADVERTISEMENT

    2. Tekanan darah
    Tekanan darah tinggi termasuk salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular pada beberapa orang. Beberapa ahli menyarankan aktivitas fisik seperti bersepeda sebagai terapi utama untuk mencegah kondisi ini.

    Bersepeda dapat membantu mengurangi tekanan darah selama periode waktu tertentu. Sebuah studi memperlihatkan, setelah 3 bulan bersepeda, tekanan darah bisa turun 4,3 persen, dan setelah 6 bulan tekanan bisa turun 11,8 persen. Bersepeda dianggap sebagai metode yang efektif untuk menurunkan tekanan darah pada penderita diabetes tipe 2.

    3. Manajemen berat badan
    Sebuah tinjauan sistematis pada 2019 menunjukkan bahwa bersepeda membantu mengurangi lemak tubuh dan massa tubuh. Apabila seseorang ingin menurunkan berat badan, diet yang baik dan olahraga yang cukup menjadi penting. Bersepeda dapat membantu seseorang mengatur berat badannya karena meningkatkan laju metabolisme, membangun otot, dan membakar lemak tubuh. Kegiatan ini juga adaptif, artinya seseorang dapat mengubah durasi dan intensitas latihan sesuai kemampuan.

    4. Kesehatan paru-paru
    Bersepeda juga dapat membantu meningkatkan kesehatan kardiorespirasi. Sebuah studi pada 2011 mencatat, bersepeda selama sekitar 170-250 menit per minggu dapat sangat meningkatkan kesehatan paru-paru. Selain itu, olahraga seperti bersepeda penting untuk menjaga paru-paru tetap sehat bagi orang dengan dan tanpa kondisi masalah paru-paru.

    Penelitian lain juga mencatat, aktivitas fisik dapat membantu sistem kekebalan melindungi seseorang dari infeksi pernapasan seperti SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19. Bersepeda secara teratur juga dapat membantu meningkatkan fungsi paru-paru. Orang dengan penyakit paru obstruktif kronik dapat memasukkan bersepeda sebagai bagian dari program rehabilitasi paru mereka.

    Berikutnya menjaga kesehatan mental...


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...