Ayah Sergio Aguero: Saya Tidak Percaya Tangisan Pep Guardiola

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Ayah Sergio Aguero, Leonel del Castillo, mengkritik Pep Guardiola atas cara pelatih memperlakukan anaknya di Manchester City. Menurut dia, sudah sejak lama Guardiola tidak menginginkan Aguero berada di klub tersebut.

    Guardiola menangis ketika dia berbicara tentang kepergian Aguero di partai terakhir Liga Inggris saat melawan Everton. Namun, Leonel del Castillo menilai tangisan pelatih asal Spanyol itu bukanlah tangisan yang tulus.

    "Saya tidak percaya air matanya, dia tidak pernah tulus dengan anak saya," kata Leonel kepada Radio La Red dikutip dari Marca, Kamis, 3 Juni 2021. "Menurut pendapat saya, dia tidak pernah menginginkannya."

    FC Barcelona memperkenalkan pemain barunya Sergio Aguero di Camp Nou, Barcelona, 31 Mei 2021. REUTERS/Albert Gea

    Ia melanjutkan, "Pep Guardiola adalah pelatih hebat, tapi dia selalu ingin menjadi figur utama di timnya. Dari hari ke hari, dia mengganti pemain atau lini tengah. Para pemain tidak pernah tahu apakah mereka penting atau tidak untuknya. Dia bilang Sergio tidak tergantikan, tapi kadang dia tidak berada di skuad."

    Manchester City dan Aguero pun tak menemui kesepakatan untuk melanjutkan kontrak. Penyerang asal Argentina itu memutuskan untuk menerima tawaran bergabung bersama Barcelona dengan status bebas transfer.

    Membahas kepindahan ke Barcelona, Leonel del Castillo itu pun heboh lantaran anaknya bakal bergabung bersama Lionel Messi. "Dia senang setelah pindah," katanya. "Messi telah menjadi temannya selama 15 tahun dan mereka selalu berhubungan. Tampaknya Messi akan bertahan di Barcelona, jadi mereka akan bermain bersama."

    Baca juga : Sergio Aguero Tinggalkan Manchester City, Guardiola: Dia Akan ke Barcelona


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.