MotoGP: Masalah Jaket Terbuka Bikin Quartararo Kena Hukuman, Melorot ke Posisi 6

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo. REUTERS/Pedro Nunes

    Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo. REUTERS/Pedro Nunes

    TEMPO.CO, Jakarta - Insiden membalap dengan dada terbuka pada MotoGP Catalunya, membuat Fabio Quartararo mendapat hukuman tambahan. Pembalap Monster Yamaha itu kembali mengalami pemotongan waktu 3 detik, yang membuat posisi finisnya kian melorot.

    Fabio Quartararo mengalami kejadian aneh menjelang akhir balapan di Barcelona, Ahad. Resleting jaketnya terbuka. Ia kemudian memutuskan melepas pelindung dadanya dan harus membalap dengan dada terbuka.

    Kala itu, ia berada di posisi kedua, di belakang Miguel Oliveira (Red Bull KTM). Karena masalah jaketnya, ia kehilangan konsentrasi dan tersusul oleh Johann Zarco (Pramac Ducati).

    Quartararo akhirnya finis di posisi ketiga. Tapi, hukuman waktu 3 detik, karena memotong lintasan saat tersalip Zarco, membuat posisinya melorot ke urutan keempat. Podium ketiga direbur Jack Miller (Ducati).

    Seusai lomba, ia kembali mengalami pemotongan waktu 3 detik karena masalah jaketnya. Ia dianggap melanggar aturan yang menyatakan bahwa jaket "harus dipakai, ditutup dengan benar, setiap saat selama aktivitas di trek".

    Penalti kedua itu membuat pembalap Prancis itu melorot ke urutan keenam. Posisi keempat menjadi milik Joan Mir (Suzuki Ecstar) dan urutan kelima ditempati Maverick Vinales (Yamaha).

    Perubahan posisi itu tak mengubah posisi Fabio Quartararo dari puncak klasemen pembalap MotoGP. Ia tetap berada di puncak, tapi poinnya berkurang dari 118 menjadi 115. Ia kini hanya unggul 14 poin dari Johann Zarco.

    REUTERS | CRASH

    Baca Juga: Kata Quartararo Soal Menyelesaikan Balap MotoGP Catalunya dengan Dada Terbuka


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.