Angkat Besi: Ini 5 Lifter Indonesia yang Lolos ke Olimpiade Tokyo

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah berlatih saat menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Angkat Besi di Mess Kwini, Jakarta, Selasa 28 Januari 2020. Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) menargetkan lima lifter andalannya dapat tampil dalam Olimpiade 2020 Tokyo. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah berlatih saat menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Angkat Besi di Mess Kwini, Jakarta, Selasa 28 Januari 2020. Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) menargetkan lima lifter andalannya dapat tampil dalam Olimpiade 2020 Tokyo. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Lima lifter atau atlet angkat besi Indonesia dinyatakan lolos kualifikasi menuju Olimpiade 2020 Tokyo yang akan digelar pada 23 Juli-8 Agustus 2021.

    Berdasarkan daftar ranking Tokyo 2020 yang dirilis Federasi Angkat Besi Dunia (IWF) melalui laman resminya, Sabtu, lima lifter yang lolos itu adalah Windy Cantika Aisah (49kg), Eko Yuli Irawan (61kg), Deni (67kg), Rahmat Erwin Abdullah (73kg), dan Nurul Akmal (+87kg).

    Windy, Eko Yuli, Deni, dan Nurul Akmal dinyatakan lolos karena mereka menduduki posisi delapan besar dunia, yang merupakan batas aman menuju Tokyo. Sementara itu, Rahmat Erwin Abdullah, yang saat ini berada di peringkat ke-11, berhak mendapat tiket melalui jatah kontinen.

    “Khusus untuk Rahmat Erwin Abdullah merupakan proses yang sangat mendebarkan mengingat pada periode awal prakualifikasi April 2019 masih berjuang untuk masuk 13 besar (delapan ranking dunia dan lima dipilih dari wakil setiap kontinen),” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PABSI Hadi Wihardja dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.

    ADVERTISEMENT

    "Namun setelah 6 Juni 2021, IWF terus menyesuaikan poin poin setiap lifter, dan akhirnya Rahmat bisa menjadi wakil Asia bersama China, Jepang, Korea Selatan untuk Olimpiade Tokyo," sambung dia.

    Selain itu, menurut Hadi, Rahmat Erwin juga cukup diuntungkan dengan posisi itu setelah lifter Kolombia dijatuhi sanksi larangan bertanding di Olimpiade Tokyo karena kasus doping.

    Kondisi serupa juga terjadi pada Nurul Akmal yang hingga akhir 2020 masih berada di posisi ke-14 dunia. Namun ia kemudian berhasil masuk enam besar dunia setelah mengikuti beberapa turnamen kualifikasi pada tahun ini.

    Menurut keterangan IWF, daftar peringkat atlet angke besi yang telah dirilis tersebut belum final hingga seluruh proses antidoping selesai. “IWF telah membuat keputusan sangat cermat karena memperhatikan kondisi lifter khususnya lift clean dan lifter harus bebas dari doping,” kata Hadi.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...