Tim Panahan Putri Gagal Rebut Tiket Olimpiade Tokyo

Reporter

Editor

Nurdin Saleh

Tiga atlet panahan nomor recurve beregu putri Rezza Octavia (tengah), Diananda Choirunisa (kanan), dan Kusumawardani (kiri) melakukan tos usai menembakkan anak panah dalam latihan Pelatnas Olimpiade di Lapangan Panahan Gelora Bung karno (GBK), Jakarta, Selasa, 1 Juni 2021. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

TEMPO.CO, Jakarta - Tim panahan putri Indonesia yang terdiri dari Diananda Choirunnisa, Titik Kusuma Wardahani, dan Rezza Oktavia, gagal mengikuti langkah tim recurve putra ke Olimpiade Tokyo. Mereka terhenti pada babak perempat final Piala Dunia Panahan 2021 di Paris, Prancis, Minggu malam WIB.

Dalam turnamen terakhir kualifikasi Olimpiade itu, hanya tiga negara teratas yang berhak atas tiket nomor beregu recurve putri. Dari total 28 negara partisipan yang bertanding di babak kualifikasi, hanya 24 negara yang bisa melanjutkan pertandingan ke babak berikutnya.

Indonesia mengawali babak kualifikasi putaran pertama dengan menaklukkan Swedia dengan skor 6-0 (53-46, 54-47, 54-53).

Tim Merah Putih selanjutnya sempat menerima perlawanan sengit pada pertandingan kedua melawan Polandia, yang merupakan tim yang mendapatkan bye. Artinya, mereka bisa langsung otomatis lolos ke babak kedua tanpa harus bertanding di babak pertama.

Menghadapi Polandia sebagai tim unggulan kedelapan, Indonesia berhasil merebut empat set dengan mengalahkan Polandia dengan skor 6-2 (55-51, 52-54, 51-50, 53-52) untuk melaju ke babak perempat final.

Pada perempat final menghadapi unggulan teratas Meksiko, Indonesia sebetulnya mengawali laga dengan baik. Diananda, Titik, dan Reza memenangi set pertama dengan raihan 53 poin untuk unggul 2-0 dari Meksiko.
Begitu pula pada set kedua, Indonesia mengumpulkan 53 poin dan tetap memimpin 4-0.

Namun Meksiko kemudian bangkit pada set berikutnya dengan mencatatkan 54 poin dan mengubah kedudukan menjadi 4-2.

Pertandingan pun harus berlanjut ke adu penalti atau shoot-off setelah tim Meksiko memenangi set keempat dengan skor 56-52. Kedudukan kemudian imbang 4-4.

Sayangnya pada set penentu, Indonesia harus kalah dan gagal melangkah ke semifinal setelah tiga pemain Meksiko mencatatkan hasil sempurna 10, 10, 10.

Dengan kegagalan tim putri, tim panahan Indonesia hanya berhasil mengamankan tiga tiket Olimpiade Tokyo, yakni lewat Diananda Choirunnisa untuk nomor individu recurve putri, Riau Ega yang akan tampil pada nomor individu recurve putra, serta beregu putra yang diperkuat Riau Ega, Arif Pangestu, dan Alviyanto Bagas Prastyadi.

Baca Juga: Indonesia Tambah Tiket Olimpiade dari Tim Panahan Recurve Putra






Zhan Beleniuk Anggota Parlemen Kulit Hitam Pertama di Ukraina, Peraih Medali Emas Olimpiade

20 hari lalu

Zhan Beleniuk Anggota Parlemen Kulit Hitam Pertama di Ukraina, Peraih Medali Emas Olimpiade

Peraih medali emas cabang gulat di Olimpiade Tokyo 2020, Zhan Beleniuk, seorang anggota parlemen kulit hitam pertama di Ukraina. Ini profilnya,


Yogyakarta Bidik Kunjungan Wisata dari Kejuaran Nasional Panahan

47 hari lalu

Yogyakarta Bidik Kunjungan Wisata dari Kejuaran Nasional Panahan

Lamanya kejuaraan panahan ini memberikan jeda bagi peserta yang mengajak keluarganya untuk berwisata menikmati Yogyakarta.


Cerita Rezza, Mahasiswa Undip yang Raih Medali Emas di Islamic Solidarity Games

30 Agustus 2022

Cerita Rezza, Mahasiswa Undip yang Raih Medali Emas di Islamic Solidarity Games

Mahasiswa Undip angkatan 2018 ini memperoleh satu medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu di cabang olahraga Panahan.


Lomba Jemparingan di Solo Semarakkan HUT ke-77, Peserta Harus Pakai Baju Tradisional Jawa

14 Agustus 2022

Lomba Jemparingan di Solo Semarakkan HUT ke-77, Peserta Harus Pakai Baju Tradisional Jawa

Dalam kompetisi jemparingan itu terdapat dua nomor yang dilombakan yaitu dari titisan atau teknik panahannya dan busana tradisional.


Sri Hartatik, Mantan Penerima Manfaat Sentra Terpadu yang Gigih Berlatih Panahan

8 Agustus 2022

Sri Hartatik, Mantan Penerima Manfaat Sentra Terpadu yang Gigih Berlatih Panahan

Sejak usia 3 tahun dia menjadi penyandang disabilitas karena polio pada kaki sebelah kanan.


Setiawan Sumbang Emas Pertama dari Cabang Para-panahan di ASEAN Para Games 2022

3 Agustus 2022

Setiawan Sumbang Emas Pertama dari Cabang Para-panahan di ASEAN Para Games 2022

Setiawan menyumbangkan medali emas pertama untuk Indonesia dari nomor recurve men's single pada babak final para-panahan ASEAN Para Games 2022.


Ada Lagi Kompetisi Jemparingan di Yogyakarta Setelah 2 Tahun Vakum

27 Juni 2022

Ada Lagi Kompetisi Jemparingan di Yogyakarta Setelah 2 Tahun Vakum

Peserta kompetisi jemparingan di Yogyakarta wajib mengenakan ageman atau busana khas Mataram dan memanah dalam posisi duduk.


Semifinal Indonesia Masters 2022, Ini Rekor Viktor Axelsen vs Anthony Ginting

11 Juni 2022

Semifinal Indonesia Masters 2022, Ini Rekor Viktor Axelsen vs Anthony Ginting

Dari 10 kali pertemuan, Viktor Axelsen masih unggul dari Anthony Sinisuka Ginting. Keduanya kembali bertemu di Indonesia Masters 2022.


Pesan Ganda Putri Nomor 1 untuk Greysia Polii yang Putuskan Pensiun

7 Juni 2022

Pesan Ganda Putri Nomor 1 untuk Greysia Polii yang Putuskan Pensiun

Upacara perpisahan Greysia Polii akan digelar pada Ahad, 12 Juni 2022 atau sebelum final Indonesia Masters 2022


Greysia Polii Pensiun dari Arena Bulu Tangkis Dunia, BWF Unggah Video Ini

4 Juni 2022

Greysia Polii Pensiun dari Arena Bulu Tangkis Dunia, BWF Unggah Video Ini

Greysia Polii resmi mengumumkan pensiun dari arena bulu tangkis dunia pada Jumat, 3 Juni 2022.