Bulu Tangkis: PBSI Soroti Penampilan Gregoria Mariska dan Anthony Ginting

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung berlatih jelang All England 2020 di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. Sebanyak 25 atlet Indonesia ikut ambil bagian dan ditargetkan dapat meraih satu gelar dalam turnamen bulu tangkis tertua dunia yang akan berlangsung pada 11-15 Maret 2020 di Birmingham, Inggris. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Pebulu tangkis tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung berlatih jelang All England 2020 di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. Sebanyak 25 atlet Indonesia ikut ambil bagian dan ditargetkan dapat meraih satu gelar dalam turnamen bulu tangkis tertua dunia yang akan berlangsung pada 11-15 Maret 2020 di Birmingham, Inggris. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky mengungkap sejumlah kekurangan yang dialami atlet bulu tangkis yang bakal tampil di Olimpiade Tokyo 2020. Kekurangan itu ditemui saat para atlet pelatnas menjalani turnamen simulasi pekan lalu. Sektor tunggal menjadi sorotan utama.

    Untuk Gregoria Mariska Tunjung, Rionny menilai wakil Indonesia di sektor tunggal putri itu belum bisa bermain secara lepas dan ragu-ragu. Ia pun bisa terkejar oleh juniornya, Ester Nurumi Tri Wardoyo.

    "Gregoria mengaku belum lepas mainnya. Di game kedua sudah mulai dapat polanya tapi dirasa belum memuaskan. Di game ketiga dia menurunkan kecepatan, ya mungkin dia merasa lawan bisa diatasi, tapi karena atlet muda ternyata masih bisa melawan balik. Jadi malah balik lagi dan tidak lepas lagi mainnya. Ada rasa ragu-ragu," tuturnya dalam rilis resmi PBSI, Senin, 21 Juni 2021.

    Selain itu, di sektor tunggal putra, Rionny menilai Anthony Sinisuka Ginting masih lemah dari aspek tenaga. Sempat memimpin di game pertama, atlet asal Cimahi itu justru kendor di game kedua saat meladeni Shesar Hiren Rhustavito.

    "Ginting mulainya bagus tapi kurang menjaga stamina, sehingga turun kondisinya di game selanjutnya. Saya lihat tidak hanya di simulasi, tapi di turnamen sebelumnya. Tipe permainannya sama seperti Grego, suka menyerang dan kendalinya harus konsisten dan tidak boleh lengah," katanya.

    Sedangkan untuk Praveen Jordan / Melati Daeva Oktavianti dinilai sudah optimal. Namun, ia tak menyangka Praveen bakal mengalami cedera. "Mereka tampil hanya 50 persen karena Praveen ada sakit dan geraknya jadi tidak leluasa, semoga bisa segera pulih. Ahsan / Hendra sudah bagus tapi lawannya memang seimbang," ujar dia.

    Secara keseluruhan, PBSI optimis Indonesia bisa meraih prestasi terbaik di pesta olahraga terakbar Olimpiade. "Dari simulasi ini kami sudah punya gambaran apa yang bagus dan apa yang masih kurang. Saya melihat bukan hanya dari simulasi, tapi di latihan mereka sehari-hari motivasinya tinggi dan juga persiapan yang bagus. Semoga kita bisa mencapai tujuan meraih medali sebanyak-banyaknya," ujar Rionny.

    Baca juga : Pesan Shesar ke Anthony Ginting di Olimpiade Tokyo: Main Maksimal Saja Dulu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.