Timofeev yang Terbaik di Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Artemy Timofeev menjuarai etape pertama Tour d'Indonesia 2008, Minggu (23/11). Pada balap kriterium yang melalui Jalan Jenderal Sudirman (Bunderan Senayan - Semanggi), pembalap yang mengusung tim Polygon Sweet Nice ini juga berhak atas yellow jersey sebagai pemegang puncak klasemen umum etape pertama. Timofee, pembalap asal Rusia, mencapai finish dengan catatan waktu 1 jam 53 menit 18 detik. Timofeev berhak atas hadiah senilai US $ 900. "Saat start memang cukup berat, namun berkat dukungan tim saya akhirnya bisa menemukan ritme perlombaan," katanya.

    Menyusul pada urutan kedua, Brad Hall asal Australia dari tim Tineli Collosi. Hall berhak atas hadiah sebesar US $ 400. Pembalap Indonesia dari tim Custon Cycling Club, Parno mampu finis ketiga dan meraih US $ 200. Ketiga pembalap ini mencapai finish dengan catatan waktu yang hampir sama.

    Di awal balapan, dominasi pembalap terus silih berganti dan mereka terus melaju dalam posisi yang cukup rapat. Menjelang akhir lomba, baru tampak beberapa pembalap memimpin di depan. Pada putaran 16 dan 17, tampak pembalap Tabriz Petrochemical, Amir Zargari, memimpin di depan.

    Pada lap 19, "Raja Tanjakan" Tonton Susanto membuat kejutan dengan mengambil garis depan. Pembalap tim dodol picnic garut ini saling berebut posisi terdepan dengan Hossain Jahanbanian (Tabriz Petrochemical) dan Bayu Satrio (Bintang Kranggan).

    Dengan demikian, Timofee memimpin klasemen umum sementara. Dengan pengurangan waktu sebanyak 10 detik, pembalap muda ini memimpin dengan catatan waktu 1 jam 53 detik dan 8 detik. Tempat kedua, diisi oleh Brad Hall yang meraih pengurangan waktu 6 detik. Hall hanya terpaut 4 detik di bawah Timofee. Sedangkan, Anuar Manan mengisi tempat ketiga dengan perolehan pengurangan waktu yang sama dengan Hall.

    EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.