Tim Catur Putra Indonesia Tertahan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Dresden: GM Susanto Megaranto gagal memimpin rekan-rekannya untuk memenangkan babak kesembilan dan kesepuluh dalam Olimpiade Catur ke-38 di Dresden, Jerman, pada Minggu dan Senin (24/11) dinihari tadi.

    Di babak kesembilan, Susanto dkk dikalahkan unggulan ke-36, Swiss, 1,5-2,5. Sementara itu, saat melawan unggulan ke-60 Venezuela di babak kesepuluh, Indonesia hanya bermain seri, 2-2.

    Bertanding di papan pertama ketika bertemu Venezuela, Susanto hanya mampu bermain imbang dengan GM Eduardo Iturrizaga. Demikian pula dengan tiga pecatur lainnya yang dipaksa bermain remis oleh lawan-lawannya.

    MI Irwanto Sadikin, Yohannes Simbolon, Farid Firmansyah, masing-masing ditahan remis oleh MI Johann Alvarez Marquez, MI Rafael Prasca Sosa, Oliver Soto Paez.

    Sedangkan di babak kesembilan ketika bertemu Swiss yang dilangsungkan sehari sebelumnya, Susanto sukses menahan remis pecatur gaek Victor Korchnoi, juara dunia turnamen Catur Tingkat Senior pada 2006 silam.

    Namun, dua pecatur lagi menelan kekalahan, Irwanto takluk atas GM Yannick Pelletier, dan Yohannes Simbolon juga tumbang dari GM Joseph Gallagher. Satu-satunya kemenangan yang menipiskan ketinggalan dicatat Farid yang mengalahkan MI Werner Hug.

    Sampai babak kesepeluh dari sebelas babak yang harus dimainkan, posisi Indonesia turun satu garis ke peringkat 49 dari 154 peserta yang berpartisipasi di kelompok putra.

    Senin ini tidak ada pertandingan. Babak kesebelas atau terakhir akan dimainkan Selasa (26/11) pukul 21.00 WIB. Sesuai situs resmi turnamen, Indonesia yang diunggulkan di peringkat 69 akan bertemu unggulan 78, Singapura.

    Armenia masih kokoh di puncak klasemen sementara kelompok putra. Posisi Aronian Levon Cs. diikuti Ukraina, Israel, dan Cina. Rusia yang diperkuat juara dunia Vladimir Kramnik hanya berada di posisi kelima. Tuan rumah Jerman 1 kian terpuruk di posisi ke-18.

    Bobby Chandra


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.