Legenda Iran Ali Daei Bangga Rekornya Dipecahkan Cristiano Ronaldo

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Portugal, Cristiano Ronaldo. REUTERS/Bernadett Szabo

    Pemain Portugal, Cristiano Ronaldo. REUTERS/Bernadett Szabo

    TEMPO.CO, Jakarta - Megabintang asal Portugal, Cristiano Ronaldo berhasil menyamai rekor dari legenda sepakbola Iran, Ali Daei. Ronaldo berhasil menyamai rekor Ali Daei yang berhasil mengemas 109 gol bersama timnas. Rekor ini disamai Ronaldo, saat ia berhasil melakukan brace ke gawang Prancis dalam laga terakhir babak grup Euro 2020. Sepasang gol dari kaki Ronaldo ini juga berhasil mengantarkan Portugal untuk menuju babak 16 besar Euro 2020 dan akan berhadapan dengan golden generation Belgia.

    Ali Daei merupakan legenda sepak bola Iran yang berkarir dari 1995 hingga 2007. Ali Daei sepanjang karirnya membela timnas berhasil mengemas 109 gol dalam 149 penampilannya di atas lapangan. Sedangkan, Ronaldo membutuhkan 178 penampilan untuk memecahkan rekor yang dimilikki oleh legenda Iran ini.

    Melalui akun instagram pribadinya, Ali Daei mengucapkan selamat kepada Ronaldo dan menyatakan bahwa ia merasa terhormat bahwa rekor yang dimilikki dipecahkan oleh Ronaldo. Ucapan selamat dari Ali Daei pun sampai terdengar oleh Ronaldo dan ia pun membalas ucapan tersebut melalui unggahan instagram story. Ronaldo mengungkapkan bahwa ia merasa bangga memperoleh ucapan selamat dari sang legenda serta ia mengatakan bahwa juara sejati tetaplah juara selamanya dan tak lupa Ronaldo menyatakan rasa terima kasihnya terhadap Ali Daei.

    Cristiano Ronaldo masih memilikki kesempatan untuk terus menambah pundi-pundi golnya di timnas Portugal karena ia memilikki rencana pensiun dari timnas selepas gelaran Piala Dunia 2022.

    EIBEN HEIZEIR

    Baca: Cristiano Ronaldo Puncaki Top Skor Euro 2020, ini 4 Kunci Suksesnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.