Kecelakaan Massal Tour de France 2021, Gara-gara Penonton Selfie, Kok Bisa?

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap tim Jumbo-Visma, Primoz Roglic, menjuarai etape keempat Tour de France 2020 yang berlangsung dari Sisteron dan finis di Orcieres-Merlette, Prancis, Selasa (1/9/2020). (ANTARA/AFP/ANNE-CHRISTINE POUJOULAT)

    Pembalap tim Jumbo-Visma, Primoz Roglic, menjuarai etape keempat Tour de France 2020 yang berlangsung dari Sisteron dan finis di Orcieres-Merlette, Prancis, Selasa (1/9/2020). (ANTARA/AFP/ANNE-CHRISTINE POUJOULAT)

    TEMPO.CO, JakartaSejumlah pebalap sepeda terlibat kecelakaan beruntun pada kejuaraan balap sepeda legendaris Tour de France Stage 1 dari Brest to Landerneau di Prancis, 26 Juni 2021.

    Insiden itu menyedot perhatian dunia, karena pertandingan balap sepeda paling tersohor ini mengakibatkan kecelakaan massal di lintasan akibat kecerobohan seorang penonton yang berpose menghalangi jalur para pebalap.

    Tour de France yang dalam bahasa Indonesia berarti tur Prancis ini merupakan kejuaraan balap sepeda paling bergengsi dan terbesar di dunia. Kejuaraan diadakan setiap tahun sejak 1903, namun pernah berhenti saat Perang Dunia I dan II.

    Kejuaraan sepeda terbesar di dunia ini berawal dari ide untuk meningkatkan penjualan koran milik seorang jurnalis dari koran L'Auto pada November 1902. Untuk melakukan promosi tersebut dirinya mengadakan balap sepeda agar bisa diberitakan ke seluruh penjuru negeri.

    Kemudian pada Januari 1903 diadakan Tour de France dengan diikuti oleh 39 peserta menggunakan format yang masih sederhana.

    Pada Tour de France pertama yang diadakan pada 1903 jarak yang ditempuh yaitu 2.428 km. Sedangkan pada masa sekarang kejuaraan sepeda ini biasanya diikuti 20-22 tim dengan masing-masing terdiri dari 9 pebalap yang beradu cepat sepanjang 3.500 km, melewati jalur berkelok diselingi naik-turun bukit di penjuru Prancis selama tiga minggu. Namun rute balapan dan total jarak tempuh pada Tour de France ini selalu berubah-ubah setiap tahunnya.

    Dalam ajang Tour de France ini juga terjadi beberapa perubahan seperti adanya perkembangan peralatan, makanan, kondisi jalan, latihan, aturan balap bahkan kadang adanya doping.

    Padahal, sebelum tahun 1936, teknologi justru dilarang untuk digunakan di ajang balapan ini. Perkembangan pada peralatan sepeda tersebut juga membuat rata-rata kecepatan pebalap menjadi meningkat.

    Pada ajang balap sepeda Tour de France ini juga pernah terjadi skandal yang menghebohkan dunia dengan dicabutnya 7 gelar juara pebalap Amerika Serikat Lance Armstrong karena memakai doping. Sehingga dari 8 kali kemenangan, gelar juara miliknya hanya tersisa 1 gelar saja.

    TEGUH ARIF ROMADHON

    Baca: Budaya Bersepeda dan Lahirnya Para Jawara Tour de France


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.