PSSI Minta Ezra Walian Tingkatkan Performa Agar Bisa Perkuat Timnas Indonesia

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persib Bandung, Ezra Walian. (persib.co.id)

    Pemain Persib Bandung, Ezra Walian. (persib.co.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - PSSI meminta penyerang Persib Bandung Ezra Walian untuk terus meningkatkan performa jika ingin memperkuat Timnas Indonesia.

    "Ezra sudah memiliki 'skill' yang baik. Namun, mudah-mudahan ke depan dia bisa meningkatkan level permainannya. Setelah itu kita lihat, apakah pelatih Shin Tae-yong akan memanggil dia ke tim nasional," ujar Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi di saluran Youtube PSSI TV.

    Yunus menyebut bahwa PSSI akan menyiapkan tim nasional yang tangguh untuk beberapa turnamen internasional seperti SEA Games 2021 dan Piala AFF 2021.

    Oleh karena itu, Shin disebutnya hanya akan memilih pemain-pemain berkualitas tinggi. Dengan demikian, bukan cuma Ezra, setiap pemain Indonesia pun diminta untuk bersiap meski liga belum juga bergulir karena pandemi COVID-19.

    Terkait Ezra Walian, PSSI memberikan perhatian khusus lantaran pesepak bola naturalisasi dari Belanda tersebut sempat dilarang memperkuat timnas Indonesia pada ajang AFC/FIFA meski sudah menjadi WNI sejak tahun 2017.

    Pemain sepak bola berusia 23 tahun itu terganjal persoalan alih status dari Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) ke PSSI.

    Akan tetapi, permasalahan tersebut selesai pada pertengahan Juni 2021 setelah FIFA memberikan izin Ezra kembali merumput bersama timnas Indonesia di laga maupun turnamen AFC maupun FIFA.

    "Kasus Ezra akan menjadi evaluasi bagi kami," kata Yunus Nusi.

    Timnas Indonesia sendiri belum beraktivitas kembali sejak menuntaskan pertandingan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Uni Emirat Arab pada Juni 2021.

    Pemusatan latihan (TC) untuk sementara belum dapat dilaksanakan karena kasus positif COVID-19 terus meninggi di Indonesia.

    Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong dan jajarannya yang berkewarganegaraan Korea Selatan juga kembali ke kampung halaman mereka.

    Baca Juga: PSSI Masih Buka Pintu Naturalisasi Pemain untuk Timnas Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.