Pelepasan Atlet ke Olimpiade Tokyo Masih Tunggu Kepastian dari Jokowi

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat pelepasan atlet untuk SEA Games 2019 di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu, 27 November 2019. Pada kejuaraan dua tahunan ini, Indonesia turun di 51 dari 56 cabang olahraga yang dipertandingkan. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat pelepasan atlet untuk SEA Games 2019 di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu, 27 November 2019. Pada kejuaraan dua tahunan ini, Indonesia turun di 51 dari 56 cabang olahraga yang dipertandingkan. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) berharap kehadiran Presiden Joko Widodo dalam acara pelepasan atlet ke Olimpiade Tokyo.

    “Pengukuhan dilakukan oleh Menpora (Zainudin Amali). Selanjutnya, jika presiden berkenan, kami berharap beliau bisa melepas kontingen Indonesia," kata Sekretaris Jenderal KOI Ferry J Kono dalam keterangan tertulisnya, Kamis.

    "Namun kami akan menghargai keputusan apa pun dari presiden mengingat situasi Jakarta dan sekitarnya saat ini terkait COVID-19.” 

    KOI sebelumnya telah menjadwalkan pelepasan kontingen Indonesia bisa dilaksanakan pada 5 Juli mengingat tim bulu tangkis akan bertolak ke Tokyo pada 8 Juli untuk menjalani pemusatan latihan (TC).

    Namun, Sekretaris Jenderal KOI Ferry J Kono mengatakan belum bisa memastikan jadwal yang pasti karena pihaknya masih menunggu kabar dari Istana Negara soal kesediaan presiden Jokowi.

    Dia juga mengaku tengah mematangkan konsep pengukuhan dan pelepasan tim Indonesia dalam situasi PPKM Darurat. KOI juga masih berkoordinasi dengan Kemenpora terkait hal ini.

    “Apa pun konsepnya, yang terpenting tidak mengurangi esensi pengukuhan dan pelepasan yakni Kontingen Indonesia meminta doa restu dari presiden dan seluruh masyarakat Indonesia untuk atlet-atlet yang akan tampil di Tokyo sehingga motivasi mereka bisa bertambah untuk menembus limit yang mereka miliki,” tambah dia.

    Acara pelepasan atlet oleh presiden sudah menjadi sebuah tradisi, baik SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade. Namun tingginya jumlah kasus COVID-19 saat ini dinilai terlalu sulit untuk tetap melaksanakan tradisi tersebut karena berpotensi menimbulkan kerumuman.

    Secara terpisah, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali pun belum bisa memastikan acara pelepasan bisa dilakukan secara tatap muka.

    Namun apabila memang pelepasan atlet Olimpiade Tokyo itu harus dilakukan secara virtual, kata Zainudin, itu tidak akan mengurangi esensi dukungan dari presiden.

    “Namun itu jika kondisinya normal. Saat ini kondisinya kan sedang pandemi. Kita semua harus tahu kalau penyebaran virus corona varian baru ini sangat cepat,” kata Zainudin dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Kamis.

    Baca Juga: Daftar Atlet Indonesia yang Akan Tampil di Olimpiade Tokyo 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.