Unggah Foto Motor Netizen Penuding Persis Solo, Kaesang Pangarep Dikecam

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaesang Pangarep. Twitter/@persisofficial

    Kaesang Pangarep. Twitter/@persisofficial

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemilik sekaligus CEO Persis Solo, Kaesang Pangarep, meradang karena klub yang dipimpinnya disebut memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, putusan dia mengunggah foto motor penudingnya dalam cuitannya menuai kecaman.

    Cuitan dari Kaesang yang kemudian menjadi viral diunggah pada 2 Juli. Isinya berbunyi, "Motornya Mas Jatmiko yang fitnah @persisofficial pake duit APBN wkwkwkwkwkwkwkw.” Ia menyertakan foto motor yang diduga milik si netizen.

    Cuitan tersebut merupakan respons lanjutan Kaesang atas tudingan netizen bernama Mas Jatmiko, yang belakangan sudah hilang akunnya.

    Mas Jatmiko (@ketombekering) saat itu mengomentari cuitan @MafiaWasit yang berbunyi, "Persis Solo Idolaku! Markobar Makananku! Gibran Walikotaku!" Simak cuitan Jatmiko itu:

    (Sumber: twitter)

    Cuitan Mas Jatmiko itu membuat Kaesang geram. “Maaf ya mas, kali ini saya enggak bisa bercanda,” tulis putra Presiden Joko Widodo ini.

    Ia kemudian masih mencuit lagi. “Disponsori langsung oleh dana APBN? Kami dari PT Persis Solo Saestu berani diaudit oleh pihak ke-3. Mas tanggung jawab ya dengan omongannya.”

    Setelah itu, baru muncul cuitan Kaesang soal foto motor yang biasa dipakai Mas Jatmiko. Kicauan itu disertai (tepatnya diteruskan dengan reply) tiga meme, termasuk yang berbunyi, "Nanti pas diciduk nangis."

    Rangkaian cuitan Kaesang itu langsung menjadi viral dan memicu pro dan kontra. Sejumlah netizen menilai kicauan tersebut tak pantas dilakukan, terutama oleh putra seorang presiden.

    "Ga bisa bercanda tp nyebar kendaraan pribadi orang trus pakai nada ketawa? Eh, apa gimana mas? Biar apa sih nyebar kendaraan orang yg fitnah klub kepunyaan sampean? Cuma mau tau ajasih, kalau owner ngadepin masalah kayak gini itu responnya gimana," cuit @dhonisauruss.

    Pemilik akun @Hadi39247987 juga mengkritik. "Klo memang lu ngerasa twitnya jatmiko ga bener ya baiknya lu laporin ke polisi. Lu ini skrg anak presiden, pake jalur yg bener yaitu hukum."

    Netizen dengan akun @hidayatabdulR menimpali, "Anake pak jokowi opo suharto sih iki? opo podo wae?"

    Warganet dengan nama Yusuf Kurniawan (@Jusufkr) mencuit, "Jatmiko nyebut Persis didanai duit APBN vs Kaesang posting motore Jatmiko nggo counter. Sebutkan persamaan dari 2 kejadian diatas! Ya, sama-sama blunder."

    Budi Nurzaman (@urang_tasik23) berkomentar, "Tapi saya juga penasaran persis ini sponsornya apa aja sampe bisa beli banyak pemain top liga 1."

    Adapun Fendy (@fendykid) menyoroti kecepatan Kaesang dalam melacak motor Mas Jatmiko, "Mas mbok jajal nglacak harun masiku, opo buron koruptor liyane.. suwangar temen mas awakmu iso nglacak2 ngono.. sopo ngerti kan kpk ro polisi iso kebantu..."

    Tapi, selain komentar yang mengkritik, banyak juga netizen yang mendukung tindakan Kaesang itu.

    Waarga yang menyebut diri @ikijisung, misalnya mencuit, "Lanjutkan mas kaesang kasih efek jera. Iku ketok'e mahasiwa jogja. Soale alamat motor pati, foto profile tugu jogja, dolane neng tawang mangu. Sebagai mahasiwa ben sesuk meneh mas jatmiko mikir nek mengkritik tanpa data ki sama dengan sedang mempertaruhkan masa depan."

    Gaiz Januar Faundra (@Gaizz13) juga sepakat. "Lewat hukum tu orang dipenjara nanti dibilangnya power abuse,mending expose gini aja tu orang jadi nya kan kena mental supaya mikir dulu sebelum komentar fitnah." Komentar ini langsung disergah akun @brewokans, "ini aja udah abuse of power sebenarnya."

    Kaesang mengambilalih Persis Solo, yang berlaga di Liga 2, bersama Menteri BUMN Erick Thohir dan pengusaha muda Kevin Nugroho pada 20 Maret 202. Ia menjadi pemilik saham mayoritas (40 persen) juga menjabat sebagai Direktur Utama Persis Solo (PT Persis Solo Saestu).

    Di bawah kepemimpinan Kaesang Pangarep, Persis Solo gencar mendatangkan pemain bintang, termasuk top scorer Piala Menpora Assanur 'Torres' Rijal, Alberto 'Beto' Goncalves, Marinus Manewar, Muhammad Kanu Helmiawan (eks Timnas U-19), Marcell Januar (eks Timnas U-16), dan Irfan Jauhari (Timnas senior).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.